Gali Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan, Disbudpora Ciamis Terbatas SDM Peneliti

Peninggalan sejarah dan keprubakalaan Kerajaan Galuh ini tertata rapi di Situs Geger Sunten yang berada di kawasan perbukitan Dusun Sodong, Desa Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Foto : Heri Herdianto/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, belum melakukan penelitian terkait potensi lain peninggalan sejarah dan keprubakalaan yang terdapat di wilayah Kabupaten Ciamis.

Kabid Kebudayaan Disdbupora Ciamis, Dede Hermawan, ketika ditemui Koran HR, beberapa waktu lalu, menuturkan bahwa Kabupaten Ciamis memiliki banyak peninggalan sejarah dan kepurbakalaan.

Dede mengungkapkan, saat ini situs peninggalan sejarah dan kepurbakalaan yang terdapat di Kabupaten Ciamis tercatat sebanyak 160 situs. Angka itu berdasarkan data yang sudah ada dan laporan dari masyarakat.

“Namun bila digali lagi, mungkin jumlahnya akan mencapai lebih dari 400-an situs peninggalan sejarah dan perpurbakalaan,” katanya.

Menurut Dede, penggalian situs lain peninggalan sejarah dan kepurbakalaan di Kabupaten Ciamis tentunya memerlukan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga ahli untuk melakukan penelitiannya.

Selama ini, kata Dede, pihaknya masih harus meminta bantuan ahli dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) untuk meneliti peninggalan sejarah dan kepurbakalaan yang ada di Kabupaten Ciamis.

“Tapi jangan salah, satu kegiatan penelitian situs peninggalan sejarah memerlukan biaya tidak sedikit atau sekitar Rp. 180 juta. Dan pastinya, di Kabupaten Ciamis masih banyak peninggalan sejarah yang belum tergali,”  katanya.

Pada kesempatan itu, Dede mengakui, pihaknya saat ini masih tekendala SDM untuk melakukan penelitian. Pihaknya berharap akademisi ataupun mahasiswa dapat mengagendakan penelitian terhadap peningalan sejarah di Kabupaten Ciamis dalam tugas akhir kuliahnya. (Fahmi/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA