Jualan Malam Hari, Tukang Tahu Bulat Dicegat “Hantu Anak Kecil”

Lokasi jalan sekitar tanggul yang dikenal angker di Lingkungan Ciaren, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Di jalan inilah pedagang tahu bulat keliling melihat penampakan sesosok makhluk halus yang menyerupai anak kecil. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Cerita seputar mistis atau makhluk halus di masyarakat memang tidak ada habisnya. Selalu saja ada kejadian yang kerap muncul atau menampakkan diri kepada manusia, hingga membuat manusia takut, seperti halnya yang dialami tukang tahu bulat.

Makhluk halus itu biasanya menghuni tempat-tempat yang lembab, kotor, atau tempat yang jarang dijamah manusia. Seperti rumah-rumah kosong, gedung kosong, pohon besar, jalan sepi dan tempat lainnya.

Kemunculan makhluk halus itu salah satunya dialami Idat (27), dan Taufik (32), penjual tahu bulat keliling yang menggunakan kendaraan roda tiga. Kejadiannya pada hari Kamis malam (25/10/2018), sekitar pukul 19.30 WIB.

Idat dan Taufik merupakan warga Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Seperti biasanya, mereka keliling jualan menyusuri jalanan perkotan, lalu masuk ke kampung-kampung. Posisi Taufik sebagai pengendara, dan Idat duduk di belakang (bak) sebagai penggoreng tahu sekaligus pelayan pembeli.

Namun, ketika memasuki Lingkungan Ciaren, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, atau tepatnya di jalan kecil pinggir sebuah tanggul, Idat dan Taufik mendengar ada suara yang memanggil akan membeli tahu bulat.

Kemudian mereka pun berhenti, tapi ketika menoleh ke belakang dan sekitarnya, tidak terlihat ada orang satu pun, padahal suara itu sangat jelas terdengar oleh mereka. Tak lama setelah itu, Idat dan Taufik pun mendengar tertawa suara perempuan. Bukan hanya itu, mereka juga melihat dua sosok anak kecil yang kemudian tiba-tiba menghilang ke arah tanggul.

“Awalnya ada yang memanggil seperti suara anak kecil, saya pun berhenti, tapi ketika menoleh tidak ada siapa-siapa dan malah mendengar suara tertawa mirip kuntilanak. Lalu, kami pun melihat sosok dua anak kecil yang kemudian menghilang begitu saja. Seketika itu pula kami langsung tancap gas dan pergi meninggalkan lokasi tersebut,” tutur Taufik, kepada Koran HR, Senin (04/11/2018).

Hal serupa diungkapkan Idat. Dia mengaku, semenjak kejadian itu dirinya tidak mau lagi ikut berjualan tahu bulat keliling. Bahkan, sejak kejadian itu dirinya sempat berhenti selama empat hari.

“Kalau diceritakan sangat serem. Semenjak kejadian itu saya merasa ketakutan dan sempat tidak berjualan selama empat hari,” kata Idat.

Cerita mistis di wilayah Ciaren itu dibenarkan Kadi (62), salah seorang warga setempat. Menurutnya, di jalan tersebut memang dikenal sangat angker dan banyak kejadian-kejadian di luar akal sehat.

“Jalan ini memang angker, terlebih jika memasuki waktu senja hingga malam. Biasanya di bes yang ada bukaan klep itu sering muncul sosok makhluk gaib seperti kuntilanak, atau sosok anak kecil. Terkadang jika malam hari sering terdengar suara delman, padahal warga di lingkungan sini tidak ada yang memiliki delman,” terang Kadi.

Apa yang dikatakan Kadi diperkuat pula oleh Bahrun (37), warga setempat lainnya. Menurut dia, di jalan tersebut pernah juga ada penjual gorengan keliling yang melihat sosok makhluk halus tinggi besar tanpa kepala.

“Kejadiannya tahun 2017 lalu, pernah ada yaitu ketika penjual gorengan pingsan setelah melihat sosok makhluk gaib tanpa kepala,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada yang bisa mengungkapkan siapa sebenarnya makhluk halus yang diyakini warga setempat sebagai “penunggu” bes di jalan kecil yang berada di wilayah Ciaren, dan sering mengganggu pengguna jalan.

Menanggapi hal itu, Ustadz Tohir, selaku Pimpinan Pondok Pesantren Persis Kota Banjar, menjelaskan bahwa, manusia jangan percaya kepada tahayul. Ia pun menghimbau agar hal ini jangan terlalu dibesar-besarkan.

“Jangan terlalu percaya dengan cerita-cerita seperti itu dan itu tahayul. Lebih baik kita selalu beribadah dan berdzikir, supaya iman kita lebih kuat serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tandas Ustadz Tohir. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA