Musim Hujan, Bunga Bangkai Kembali Ditemukan di Ciamis

Bunga bangkai tumbuh di pekarangan rumah Emung (56), warga Dusun Munjul, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Bunga bangkai atau dalam bahasa latinnya amorphophallus kembali ditemukan di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tepatnya di Dusun Munjul, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku. Bunga yang diklaim sebagai icon Kabupaten Pangandaran ini tumbuh di pekarangan warga.

Di Kabupaten Ciamis, bunga yang terbilang langka ini bukan pertama kalinya ditemukan. Tetapi beberapa tahun sebelumnya pun sudah beberapa kali tumbuh di beberapa daerah di Kabupaten Ciamis, seperti di daerah Cibiru Kecamatan Sadananya dan daerah Ciharalang Kecamatan Cijeungjing.

Bunga yang miniaturnya pernah berdiri tegak menjadi sebuah tugu di Alun-alun Ciamis ini sering ditemukan apabila memasuki musim hujan.

Meski begitu, tanaman langka yang dikenal dengan sebutan bunga reflesia sudah menjadi icon Kabupaten Pangandaran. Karena, konon bunga bangkai pertama kali ditemukan di daerah Kabupaten Pangandaran.

Kali ini, bunga bangkai tumbuh di pekarangan rumah Emung (56), warga Dusun Munjul, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Dari pantauan HR Online di lokasi, terdapat 5 bunga bangkai di pekarangan rumah Emung. Bunga bangkai di pekarangan rumah Emung paling besar memiliki diameter sekitar 40 sentimeter dengan tinggi sekitar 30-50 sentimeter.

Saat ditemui di rumahnya, Kamis (15/11/2018), Emung, mengaku kaget ketika melihat bunga bangkai tumbuh di pekarangan rumahnya. Namun begitu, kata dia, tumbuhnya bunga bangkai, karena di pekarangan rumahnya terdapat pohon suweg atau sejenis tanaman umbi-umbian.

“Karena terkadang kalau ada pohon suweg didekatnya selalu tumbuh bunga bangkai. Namun, baru kali ini ada bunga bangkai tumbuh di pekarangan rumah. Padahal, saya menamam pohon suweg di pekarangan sudah bertahun-tahun,” ujarnya.

Menurut Emung, awalnya tidak menyangka di pekarangan rumahnya tumbuh bungai bangkai. Saat itu, kata dia, dirinya mencium bau bangkai hewan di pekarangan rumahnya. “Saya waktu itu menyangka ada ayam yang mati. Tetapi setelah dicari ternyata tidak ditemukan. Waktu itu saya belum berpikir ke bungai bangkai, karena baunya memang mirip bangkai hewan,” ujarnya.

Emung mengatakan, dirinya pun lantas bertanya ke tetangganya mengenai keanehan bau bangkai yang cukup menyengat di pekarangan rumahnya. Setelah itu, tambah dia, dirinya kembali mencoba mencari sumber bau tak sedap di pekarangan rumahnya. “Setelah saya ikuti arah bau bangkai itu, ternyata mengarah ke sekitaran kebun. Saat didekati betapa kagetnya saya melihat bunga aneh tersebut,” ujarnya.

Emung mengatakan dirinya baru tahu bahwa itu bunga bangkai setelah diberitahu oleh tetangganya. Menurutnya, tetangganya yang memberitahu bahwa bunga langka itu selalu mengeluarkan bau amis seperti bangkai hewan. “Bunga bangkai ini sudah tumbuh 5 hari. Tetapi sekarang sudah layu. Namun, sesakali masih mengeluarkan aroma baunya, apalagi di saat malam hari,” katanya.

Menurut Emung, saat di hari ketiga, bunga bangkai ini sedang tumbuh mekar-mekarnya. Bahkan, di saat hari ketiga itulah aroma baunya sangat kentara menyengat. “Bunga bangkai ini katanya tak lama lagi mati. Sekarang juga sudah layu,” imbuhnya. (Her2/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA