Sebelum Menikah, Calon Pengantin di Banjar Diberi Pembinaan

Para peserta saat berfoto bersama sambil menunjukkan buku pedoman pernikahan di sela-sela kegiatan pembinaan perkawinan yang digelar Kemenag Kota Banjar di Gedung PCNU Kota Banjar. Foto: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dalam rangka memberikan bekal sebelum mengarungi bahtera rumah tangga, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar, menggelar Pembinaan Perkawinan (Binwin) kepada ratusan calon pengantin (Catin) yang ada di wilayah Kota Banjar, Selasa (27/11/2018).

Pada kegiatan Binwin kali ini, Kemenag Kota Banjar memberikan pembinaan terhadap 115 pasang calon pengantin  yang dibagi dalam empat angkatan, dan pelaksanaannya dilakukan di wilayah KUA yang ada di Kota Banjar.

Semua peserta langsung diberikan materi oleh empat fasilitator yang sebelumnya sudah mengikuti pelatihan di pusat. Keempat fasilitator tersebut terdiri dari tiga fasilitator dari Kemenag, dan satu dari Dinas Kesehatan Kota Banjar.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Binmas) Kemenag Kota Banjar, A. Mubarir, mengatakan, pembinaan terhadap calon pengantin (catin), ataupun siapa saja yang sudah memiliki niatan untuk melangsungkan perkawinan, itu sangat penting.

Pasalnya, dengan pemberian pemahaman soal kehidupan dalam berumah tangga serta wawasan untuk menangani berbagai persoalan yang bakal dihadapi, semuanya disampaikan dalam pembinaan tersebut.

“Tentunya dengan kegiatan semacam ini akan memberikan pemahaman, bahwa untuk membangun rumah tangga itu perlu memiliki bekal. Bukan hanya materi atau fisik saja, akan tetapi mental serta kedewasaan dalam menghadapi berbagai persoalan juga sangat penting. Nah, melalui pembinaan ini kita sampaikan yang berkaitan dengan hal tersebut, termasuk masalah kesehatannya,” terang Mubarir, kepada Koran HR, Selasa (26/11/2018).

Ia juga menjelaskan, dengan pembekalan pemahaman serta wawasan terhadap para peserta Binwin ini, juga diharapkan bisa meminimalisir angka perceraian, yang mana angkanya di Kota Banjar cukup lumayan. Dalam setahun, angka perkawinan mencapai 1800-1900 pasang, sedangkan perceraian bisa mencapai angka 1.000 kasus.

Fenomena tersebut harus ditangani bersama. Mubarir mengungkap, bahwa dalam kasus perceraian memang didominasi oleh faktor ekonomi. Namun, yang cukup trend saat ini karena faktor adanya media sosial.

“Hal ini menjadi tantangan kita bersama, agar berbagai penyebab perceraian itu bisa ditanggulangi dengan pemberian pemahaman lebih awal kepada catin. Harapannya, mereka bisa lebih siap dengan berbagai kondisi yang akan dihadapi nanti,” jelas Mubarir.

Sementara itu, Solihin, salah satu peserta, mengaku kalau dirinya sangat senang dengan adanya Binwin yang digelar Kemenag Kota Banjar. Selain banyak materi yang diberikan, baik soal perkawinan, menghadapi persoalan dalam rumah tangga, kesehatan pasangan dan lainnya, juga dalam pemberian materinya menggunakan metode yang tidak membosankan.

“Senang sekali, materinya tidak membosankan dan mudah dicerna oleh peserta. Saya kira ini sangat baik sekali bagi siapa saja yang akan melangsungkan pernikahan, agar memiliki bekal pengetahuan dalam berumah tangga. Jadi, ketika sudah nikah, tidak mudah goyah ataupun memutuskan sesuatu yang dibenci oleh Alloh SWT, yakni cerai,” tukasnya. (Muhafid/Koran-HR)