Waspadai! Mudah Marah Salah Satu Dampak Negatif Smartphone pada Anak

Awas! Mudah Marah Salah Satu Dampak Negatif Smartphone pada Anak. Photo: Net/Ist.

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),- Gadget yang paling sering digunakan oleh anak adalah smartphone. Hal ini kerap menyebabkan banyak dampak negatif smartphone pada anak, salah satunya jadi mudah marah.

Anak yang sering menghabiskan waktu dengan smartphone kerap dihubungkan dengan memburuknya kesehatan mental. Menurut penelitian terbaru, kerusakan itu bisa saja dimulai dari usia anak dua tahun.

Seperti yang dilansir Independent, Senin (05/11/2018), sebuah penelitian di Amerika Serikat yang dipublikasikan oleh jurnal Preventive Medicine Reports, menyebutkan, meski cuma satu jam di depan layar, anak-anak maupun dewasa mungkin kehilangan rasa ingin tahu, pengendalian diri rendah, serta stabilitas emosi rendah yang mengakibatkan meningkatnya risiko kecemasan dan depresi.

Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan mereka yang berusia 14 hingga 17 tahun lebih berisiko terhadap dampak negatif smartphone dan tablet. Tapi, ada korelasi terhadap anak-anak yang lebih kecil, dan pada balita yang otaknya masih berkembang.

Selain itu, penelitian tersebut menemukan anak-anak prasekolah yang sering menggunakan smartphone kemungkinan mengalami dua kali kurang sabar, sehingga anak menjadi mudah marah.

Penelitian ini juga menyatakan bahwa, 9 persen dari anak berusia 11 hingga 13 tahun yang menghabiskan waktu satu jam per hari di depan layar akan malas mempelajari hal-hal baru, dan angkanya meningkat menjadi 22,6 persen bagi anak yang menghabiskan waktu di depan layar selama 7 jam per hari atau bahkan lebih.

Profesor Jean Twenge dari San Diego State University dan Profesor Keith Campbell dari University of Georgia, menyebutkan, setengah dari masalah kesehatan mental terbentuk sejak anak usia remaja.

Dengan demikian, ada kebutuhan mendesak guna mengidentifikasi faktor yang terkait dengan masalah kesehatan mental anak yang bisa menerima intervensi dalam populasi ini. Pasalnya, sebagian besar dari mereka di masa sebelumnya sulit atau tidak mungkin untuk terpengaruh.

Dalam upaya memerangi hal tersebut, Profesor Jean Twenge dan Profesor Keith Campbell pun mendesak orangtua dan guru agar mengurangi waktu anak menghabiskan waktu daring, bermain video, atau nonton televisi.

Sementara itu, The National Institute of Health menyatakan bahwa, kalangan muda menghabiskan waktu di depan layar rata-rata 5 sampai 7 jam di waktu senggang mereka.

Professor Jean Twenge, yang banyak menulis tentang masalah penggunaan smartphone untuk anak, menyarankan supaya menerapkan batasan dua jam penggunaan ponsel pintar.

Penelitian tersebut melibatkan data lebih dai 40.000 anak berusia 2 hingga 17 tahun di Amerika Serikat, yang disediakan oleh para orang tua untuk survei kesehatan nasional di tahun 2016. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA