Akibat Hujan, Tanah di SDN 2 Bagolo Amblas

Lokasi tanah amblas di SDN 2 Bagolo. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Akibat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya, pondasi sebuah sekolah di Kecamatan Kalipucang, yakni SDN 2 Bagolo, mengalami amblas sedalam 2 meter. Akibat kejadian ini, pihak sekolah khawatir terjadinya longsor.

Kepala SDN 2 Bagolo, Yuyu, mengatakan, amblasnya pondasi sekolah tersebut lantaran intensitas hujan yang terus menerus akhir-akhir ini dan kondisi tanah cukup labil, bahkan rawan longsor. Karena kejadian ini, pihaknya pun sudah melaporkan ke Pemdes Bagolo serta Disdikpora Pangandaran.

“Supaya semuanya di sini bisa lebih hati-hati, kita sengaja pasang meja sebagai tanda bahwa di sini bahaya dilewati. Setelah melakukan koordinasi, Pemdes Bagolo berencana akan memberikan bantuan berupa karung tanah untuk menutup lokasi tanah yang amblas,” jelasnya kepada Koran HR, Selasa (04/12/2018).

Yuyu menambahkan, selain kondisi tanah yang amblas tersebut, sebanyak 7 ruangan belajar di sekolahnya mengalami kerusakan. Untuk itu, ia harap adanya bantuan agar siswa belajar lebih nyaman dan tenang.

“Kita juga sudah sampaikan ke Disdikpora Pangandaran soal kondisi ruangan yang perlu perbaikan ini. Semoga saja harapan kami bisa terwujud,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasubag UPT pendidikan Kecamatan Kalipucang, Yayan, mengatakan, bahwa sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya yang masuk dalam kategori rawan bencana diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat ini sudah masuk musim hujan.

“Intinya komunikasi dan koordinasi pihak sekolah ke kami maupun ke Pemdes atau Disdikpora sangat perlu. Ini agar kita bisa bersama-sama mencarikan solusi jika ada hal-hal yang perlu diselesaikan,” singkatnya.

Kepala Desa Bagolo, Rahmat, mengatakan, pihaknya sangat khawatir dengan sekolah tersebut yang mana di salah satu lokasi terdapat tanah yang amblas, bahkan di bawah ruang sekolah. Ia berharap, semua guru maupun  siswa agar selalu waspada bencana.

“Kita harap para guru juga terus mengawasi siswanya agar jangan sampai bermain di lokasi yang amblas,” katanya. (Ntang/Koran HR)

KOMENTAR ANDA