Jumat, Mei 27, 2022
BerandaBerita CiamisBak Sampah di Terminal Kawali Ciamis jadi Sasaran Vandalisme

Bak Sampah di Terminal Kawali Ciamis jadi Sasaran Vandalisme

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Bak penampungan sampah yang berada di lingkungan Terminal Pasar Galuh, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, dipenuh tulisan berisi nada kasar. Vandalisme itu terjadi diduga disebabkan karena keberadaan bak sampah di Terminal Kawali tersebut mengeluarkan aroma tidak sedap.

Warga yang enggan disebutkan identitasnya, membenarkan, keberadaan bak penampungan sampah itu mengeluarkan aroma tidak sedap. Terlebih kalau petugas lambat mengambilnya.

“Agar tidak berdampak pada lingkungan sekitar, semestinya bak penampungan sampah tersebut dipindahkan. Sebab, sekalipun petugas rutin mengambilnya, aroma tidak sedap yang keluar dari bak sangat mengganggu,” katanya.

Menurut dia, orang yang lewat saja harus selalu menutup hidung. Apalagi warga yang berada di sekitarnya. Kalau terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan penyakit.

“Dalam hal ini, perlu ada kajian khusus tentang analisis mengenai dampak lingkungan,” katanya.

Mimin, pengunjung Pasar Galuh Kawali, ketika diminta tanggapan oleh Koran HR, Senin (10/12/2018), menilai wajar bak penampungan sampah itu menjadi sasaran vandalisme bertuliskan nada-nada kasar.

“Terlepas siapa yang melakukannya, saya anggap itu wajar. Dan hal itu mungkin  terjadi karena harapan dan keinginan masyarakat tidak ada yang menggubrisnya. Dan aksi vandalisme ini sebagai bentuk ungkapan kekecewaan,” katanya.

Kepala Terminal Kawali, Oyo, ketika ditemui Koran HR, Senin (10/12/2018), membenarkan adanya tulisan bernada kasar pada bak penampungan sampah yang tidak jauh dari lokasi terminal Kawali.

Oyo mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa orang yang menuliskan kata-kata bernada kasar tersebut. Namun, dia menduga, tulisan itu muncul disebabkan karena kondisi bak penampungan sampah.

“Banyak pengemudi juga yang komplen, meminta agar bak penampungan sampah dipindahkan. Karena bukan kewenangan, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya. (Dji/Koran HR)

- Advertisment -