Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBerita PangandaranBupati Pangandaran Gelar Rapat Teknis Tangani Banjir di Tiga Desa

Bupati Pangandaran Gelar Rapat Teknis Tangani Banjir di Tiga Desa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Bencana banjir yang kerap merendam ratusan rumah warga di Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menjadi perhatian khusus Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pangandaran merencanakan untuk memperbaiki Jembatan Cikidang dan Jembatan Bojongjati, serta muara Cikidang.

Hal itu dikatakan Jeje, saat mengadakan rapat teknis penanganan banjir di wilayah Kecamatan Pangandaran, Rabu (26/12/2018), bersama Asda I, Camat Pangandaran, Pelaksana Teknis PPK OP SDA 2 BBWS Citanduy, Kepala Desa Pananjung, Kepala Desa Babakan, Plt. Kepala Desa Pangandaran, dan perwakilan warga dari ketiga desa tersebut, serta anggota DPRD Kabupaten Pangandaran.

“Saya dan pak Wakil Bupati ingin menyelesaikan persoalan yang ada di Kabupaten Pangandaran, salah satunya persoalan banjir, khususnya di wilayah tiga desa tersebut. Kami mulai serius menangani Sungai Cikidang, karena ada tiga saluran sungai yang dangkal, sedangkan air masuk dari empat desa, yaitu Desa Sidamulih, Sidomulyo, Pananjung dan Pangandaran,” katanya.

Jeje menjelaskan, sejak dulu memang belum ada penanganan serius terhadap Sungai Cikidang. Dengan adanya penyempitan jembatan di Bojongjati dan Jembatan Cikidang, sehingga harus diperbaiki dan diperluas.

Selain itu, terjadinya abrasi sungai yang masuk ke laut sekitar 1.500 meter, mulai dari muara sampai ke sungai ketika rob dan air surut, wilayah Bojongjati pasti terendam air.

“Nanti dari pihak SDA dan BBWS sedang membuat desain penanganannya. Saluran harus dikeruk, jembatan diganti atau diperbaiki, dan bagaimana agar pasir tidak masuk ke Sungai Cikidang,” katanya.

Karena, permasalahan di jembatan Sungai Cikidang adalah bangunan warga yang bersertifikat, sedangkan di mulut muara harus dibuat breakwater. Jika ini sudah jadi, maka bisa menjadi lalu lintas sungai.

Bupati Pangandaran meminta, untuk Pemerintah Desa Babakan fokus memikirkan Jembatan Cikidang, Pemdes Pananjung fokus ke Jembatan Bojongjati, dan Pemdes Pangandaran fokus ke persoalan tanah timbul di mulut muara.

“Kita harus mengganti apapun yang sesuai peraturan perundang-undangan. Untuk perbaikan Jembatan Bojongjati bakal menelan anggaran sekitar 1 sampai 2 miliar rupiah. Anggarannya kita ambil dari APBD,” katanya.

Jeje menyebutkan, untuk perbaikan Jembatan Cikidang akan menelan biaya sekitar Rp 16 miliar dan perbaikan muara Cikidang sekitar Rp 20 miliar. Sementara, penanganan banjir dengan merevitalisasi Sungai Cikidang diperkirakan menelan anggaran Rp 50 miliar yang akan diambil dari APBD Provinsi Jabar.

Terkait dengan penanganan permasalahan tersebut, Kepala Desa Babakan, Undang Herdi, mengatakan, untuk perbaikan Jembatan Cikidang agar dipikirkan juga pembuatan jembatan sementara.

“Kami siap mendukung, tapi dipikirkan soal jembatan sementaranya. Untuk jembatan sementara bisa dibangun di sebelah kanan kalau dari arah Pangandaran,” kata Undang.

Sedangkan, Sekdes Pangandaran, Jaja Sudiana, mengungkapkan, lahan timbul yang berada di wilayah muara Cikidang seluas sekitar 1 hektar itu terdapat 6 penggarap. Jika lahan timbul tersebut dipapas atau dipotong, maka akan berdampak terhadap lahan bersertifikat milik warga. (Ntang/R3/HR-Online)

- Advertisment -