Cerita Pengemudi Ojol Asal Ciamis Dibalik Dapat Mobil Mini Cooper Seharga Rp. 12 Ribu

Dedi Heryadi (36), warga Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online (Ojol) di Jakarta, saat menerima kunci mobil mini cooper secara simbolis setelah mendapat undian belanja di moment Harbolnas Bukalapak. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dedi Heryadi (36), warga Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online (Ojol) di Jakarta, dalam sepekan ini jadi sorotan berbagai media. Pasalnya, pria kelahiran Ciamis ini mendapat rezeki nomplok setelah mengikuti program belanja Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) Bukalapak pada tanggal 12 Desember lalu. Ya, Dedi mendapat sebuah mobil Mini Cooper hanya dengan bermodalkan uang sebesar Rp. 12 ribu. Padahal, mobil mewah itu aslinya dibandrol seharga Rp. 720 juta.

Setelah diselimuti rasa bahagia, Dedi kemudian pulang kampung ke Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Dia ingin berbagai kebahagian dengan istri dan anaknya yang tinggal di kampung halaman. Sementara Dedi selama bekerja di Jakarta, tinggal seorang diri dengan menyewa sebuah kamar kost.

Saat ditemui di rumahnya, di Dusun Desa RT 03/RW 01 Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kamis (19/12/2018), Dedi terlihat masih sumringah saat menerima kunjungan wartawan HR Online. Dengan gaya sederhana dan penuh senyum, dia sesekali melemparkan canda. “Mau nanya mobil Mini Cooper ya,” tanya Dedi sembari tersenyum saat memulai pembicaraan.

Dari hasil wawancara dengan Dedi, terdapat beberapa cerita menarik, salah satunya ketika bercerita saat dirinya 3 tahun lalu membangun rumah yang hingga kini belum seratus persen rampung. Menurut dia, saat uang tabungan dari hasil bekerja sedikit terkumpul, dia memutuskan untuk memulai membangun rumah.

Kondisi rumah Dedi Heryadi (36), di Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Fahmi/HR

 

“Uang saya waktu itu belum cukup untuk membangun rumah. Namun memaksakan mulai membangun rumah dengan uang seadanya. Kalau kata orang sunda mah ilmu rinyuh atau secara bertahap membangun rumahnya,” ujarnya.

Saat awal membangun pondasi rumah, lanjut Dedi, dirinya terpikir untuk membangun sebuah ruangan garasi mobil. Kebetulan tanah yang akan dibangun rumah mencukupi apabila terdapat ruangan garasi. “Saya waktu itu berpikir, siapa tahu rezeki dan takdir seseorang kedepannya bisa berubah. Mungkin sekarang saya hanya seorang pengemudi ojeg online, siapa tahu kedepannya dapat rezeki lebih hingga bisa memiliki mobil,” katanya.

Saat memutuskan membangun ruangan garasi, lanjut Dedi, sempat dimarahi orangtuanya. Menurut dia, orangtuanya menganggap dirinya tidak mengukur diri ketika memutuskan membangun ruangan garasi. “Saat orangtua menegur, saya hanya bilang, siapa tahu kedepan ada rezekinya,” ujarnya.

Dedi menambahkan, saat terpikir membangun garasi mobil, sebenarnya hanya memanfaatkan lahan kosong. Dia pun mengaku dirinya sama sekali tidak memiliki keinginan untuk segera memiliki mobil. “Saya juga ngukur diri lah. Penghasilan dari ojeg online mana mungkin bisa beli mobil,” ujarnya.

Namun begitu, lanjut Dedi, inisiatifnya waktu itu dengan membangun garasi ternyata sebuah doa. Dan kini doa itu sudah terkabul. “Alhamdulilah, saya sangat bersyukur atas rezeki yang diberikan Alloh SWT kepada saya,” imbuhnya.

Meski sudah memiliki mobil, namun Dedi tidak akan memilikinya. Dia sudah berencana akan menjual mobil itu ke orang lain. “Ini kan mobil mewah. Pajaknya saja sekitar Rp. 200 jutaan. Mana kuat saya bayar uang sebesar itu,” katanya sembari tertawa.

Menurut Dedi, mobil mewah miliknya kini disimpan di sebuah tempat aman. Dan untuk penjualan mobilnya sedang diurus oleh manajemen Bukalapak. Dia juga mengatakan, apabila mobilnya sudah terjual, dirinya sudah berencana akan memberangkatkan orangtuanya pergi ibadah umroh ke tanah suci Mekkah. Sementara sisanya, akan digunakan untuk membereskan bangunan rumahnya yang sudah 3 tahun tidak kunjung selesai.

“Mungkin uang yang akan saya terima nanti rezekinya untuk memberangkatkan orangtua saya umroh dan membereskan membangun rumah. Untuk beli mobil yang harganya murah, belum terpikirkan. Karena saya ingin fokus dulu mewujudkan keinginan saya yang belum tercapai,” ujarnya.

Dapat Mobil Mini Cooper dari Iseng-iseng

Dalam kesempatan itu pun Dedi bercerita ketika dirinya mengikuti program belanja Harbolnas yang menghantarkannya mendapat mobil mewah. Menurut dia, selepas pulang kerja menarik ojeg, dirinya teringat bahwa pada hari itu tengah digelar diskon besar-besaran di semua marketplace atau toko online.

Dedi Heryadi (36), bersama keluarganya, saat ditemui di rumahnya di Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Fahmi/HR

Saat membuka aplikasi Bukalapak di handphonenya, lanjut Dedi, dirinya berminat untuk mengikuti program diskon yang seluruh barangnya dibandrol seharga Rp. 12 ribu. Kebetulan dia memiliki saldo pembayaran online sebesar Rp. 14 ribu.

“Saat aplikasi Bukalapak dibuka, saya melihat gambar kompor gas dan handphone seharga Rp. 12 ribu. Karena memang lagi butuh handphone baru dan kompor gas, kemudian saya memilih pilihan itu. Setelah beberapa kali melakukan transaksi, eh ternyata gagal,” katanya.

Setelah gagal mendapat kompor gas dan handphone, kemudian Dedi kembali mencari barang lain ke menu utama Bukalapak. Saat itu, dia melihat sebuah mobil mewah dijual dengan harga Rp. 12 ribu. “Saat itu saya ketawa sendiri, mana mungkin Bukapalak berani menjual mobil mewah dengan harga Rp. 12 ribu. Saya pikir itu hanya akal-akalan saja untuk menarik penunjung. Tapi saya coba iseng-iseng saja, siapa tahu tidak modus,” ucapnya.

Setelah melakukan transaksi, lanjut Dedi, dirinya kaget ketika mendapat notifikasi saldonya terpotong Rp. 12 ribu. Namun, waktu itu dia belum yakin berhasil mendapat mobil mewah seharga Rp. 12 ribu. “Saya waktu itu bingung juga. Kalau saya gak dapat, kenapa saldonya terpotong Rp. 12 ribu. Tapi pikiran saya tetap tidak yakin dan langsung menutup aplikasi Bukalapak,” katanya.

Karena seharian sudah bekerja, Dedi pun saat itu langsung memutuskan tidur. Ketika dini hari, dia terbangun karena teringat anaknya di Ciamis sedang sakit dan tengah dirawat di rumah sakit. “Setelah terbangun, ternyata sulit tidur lagi. Kemudian iseng-iseng main handphone. Waktu itu saya buka youtube untuk melihat pemenang Harbolnas di Bukalapak,”

Saat membuka youtube, kata Dedi, dirinya kaget ketika membaca nama Dedi Heryadi sebagai pemenang mobil mini cooper. “Meski membaca nama Dedi Heryadi, belum yakin itu saya. Karena nama Dedi Heryadi kan banyak. Siapa tahu itu orang lain,” ujarnya.

Setelah menonton youtube, Dedi kemudian membuka aplikasi Bukalapak. Setelah dibuka, ternyata mendapat pemberitahuan bahwa dirinya mendapat undian Harbolnas dengan hadiah mobil mini copper. “Bagai tersambar petir. Kaget. Percaya tidak percaya,” katanya.

Keesokan harinya, Dedi mendapat telepon dari seseorang yang mengaku pegawai Bukalapak dan mengucapkan selamat bahwa dia mendapat mobil mini cooper. Pegawai Bukalapak yang berbicara di ujung telepon itu, kemudian meminta Dedi agar segera datang ke kantor Bukalapak untuk penyerahan kunci mobil secara simbolis.

“Ketika sampai ke kantor Bukalapak dan kunci mobilnya diserahkan kepada saya, baru percaya. Waktu itu benar-benar berasa mimpi,” pungkasnya. (Fahmi/R2/HR-Online)