Diduga Ada Penyelewangan APBDes, Warga Banjar Temui BPD Jajawar

Pertemuan warga Desa Jajawar dengan BPD di aula Desa Jajawar, Kota Banjar, Jum'at (7/12/2018). Foto : Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Puluhan warga Desa Jajawar, Kota Banjar, Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Desa Jajawar, Jum’at (7/12/2018),  menggelar pertemuan dengan BPD Desa Jajawar untuk mempertanyakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Pertemuan yang bertempat di aula Desa Jajawar tersebut, sempat diwarnai ketegangan saat warga mempertanyakan adanya dugaan penyimpangan APBDes tahun 2016 dan 2017.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa Jajawar, Bhiro Tawadho mengatakan, bahwa ia bersama warga meminta penjelasan tanggung jawab pengawasan BPD terhadap kinerja Pemerintah Desa Jajawar, pada masa kepala desa Samsudin. Menurutnya, APBDes 2016 dan 2017 dinilai terjadi kejanggalan.

Menurutnya, kejanggalan tersebut adalah terkait anggaran honorarium kader pos KB dan kader posyandu tahun 2016 sebesar Rp. 200.000 per kader. Kemudian tahun 2017 hingga 2018 terjadi kenaikan sebesar Rp. 50.000 menjadi Rp. 250.000 per kader.

“Namun ternyata di APBDes tahun tersebut tidak tercantum anggaran untuk kader pos KB dan kader posyandu,” tegasnya.

Ia menambahkan, forum juga mempertanyakan anggaran jaminan kesehatan kepala desa beserta perangkatnya, yang diduga tidak sesuai dengan anggaran.

“Selain honor kader pos KB dan Posyandu, terjadi juga timpang tindih nilai premi anggaran kesehatan sebesar 1 persen dan 5 persen dari APBDes,” katanya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga mempertanyakan anggaran dari bidang pelatihan dan pembinaan keagamaan pembelian barang dan sarana sebesar Rp. 185 juta. Sedangkan pada nomenklatur APBDes tertulis pelatihan dan pembinaan, namun realisasinya berupa pengerjaan fisik dan pembelian barang.

Bukan hanya itu, pada rincian belanja tertulis pelatih Paskibra sebesar Rp. 4.000.000 selama 5 tahun, sementara saat dikonfirmasi ke pelatih Paskibra mengaku tidak pernah menerima uang tersebut.

“Pada intinya kedatangan warga ke anggota BPD ini untuk menuntut pengawasan anggota BPD yang dinilai gagal,” tuturnya.

Pada pertemuan ini, LPJ akhir masa jabatan Kepala Desa Jajawar, Samsudin, pun tidak luput dari pertanyaan forum kepada anggota BPD.

Aksi Forum Masyarakat Peduli Desa Jajawar ini, mendapat pengawalan ketat dari pasukan Dalmas Polresta Banjar, Jawa Barat beserta personel dari polsek Banjar. (Hermanto/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA