Jumat, Mei 20, 2022
BerandaBerita BanjarDiduga Dibunuh, Pria di Banjar Ini Tewas Mengenaskan, Lehernya Nyaris Putus

Diduga Dibunuh, Pria di Banjar Ini Tewas Mengenaskan, Lehernya Nyaris Putus

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Seorang pria muda ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi bersimbah darah, di sebuah rumah di Dusun Margaluyu RT 03/RW7 Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018) sekitar pukul 14.30 WIB. Pria muda ini tewas di dalam rumah warga. Namun tidak ada satu pun orang yang mengenalinya.

Korban tewas di rumah milik Yatno (60). Saat ditemukan, posisi tubuh tergeletak mengenaskan dengan leher nyaris putus akibat sayatan benda tajam. Diduga pria ini adalah korban pembunuhan. Sontak saja, dengan kejadian ini membuat geger warga setempat.

Agus (38) warga setempat, mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah, yakni Yatno. Pada saat itu, Yatno baru pulang dari pasar usai berjualan ikan. Namun, ketika membuka pintu, dia terkejut melihat sesosok pria remaja tewas bersimbah darah di lantai rumahnya.

“Saya tidak tahu persis kejadiannya. Namun, orang yang pertama kali menemukan korban adalah Yatno,” ujar Agus.

Rumah milik Yanto atau lokasi ditemukannya korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Rumah itu berada di Dusun Margaluyu RT 03/RW7 Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat. Foto: Hermanto/HR

Petugas dari Polres Banjar yang datang ke lokasi kejadian, kesulitan untuk mengidentifikasi jenazah korban karena tidak ada kartu identitas. Sementara, warga termasuk pemilik rumah, tidak ada yang mengenali korban.

Usai melakukan olah TKP, petugas membawa mayat korban ke ruang jenazah RSUD Kota Banjar untuk kepentingan otopsi. “Ini diduga korban pembunuhan. Karena terdapat luka sayatan di leher sepanjang 15 sentimeter,” ujar Didu petugas kamar mayat RSUD Banjar.

Ciri-ciri korban, yakni kulit hitam, menggunakan baju lengan panjang warna hitam, celana jeans hitam, dan memakai gelang hitam di lengan kirinya serta rambut ikal. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. (Hermanto/R2/HR-Online)

- Advertisment -