ESET Siap Hadapi Targeted Attack Sebagai Ancaman Masa Depan Dunia Usaha

ESET Siap Hadapi Targeted Attack Sebagai Ancaman Masa Depan Dunia Usaha. Photo : Net/Ist.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),- Technical Consultant PT. Prosperita-ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, mengatakan, menghadapi ancaman masa depan, dunia usaha harus membangun sistem keamanan secara komprehensif.

Menggunakan teknologi yang dirancangnya, ESET siap menghadapi targeted attack sebagai ancaman masa depan, yaitu serangan malware yang mengincar sistem ICS/SCADA. Endpoint Detection and Response (EDR), serta Network Traffic Analysis (NTA). [Baca berita terkait: ESET Deteksi Serangan Siber Ancam Kedaulatan Digital].

EDR sendiri adalah teknologi yang memantau endpoint dan semua kejadian dalam jaringan, sehingga dapat digunakan untuk menganalisa sebaran malware atau APT dengan filter yang dimiliki (behaviour, reputation).

Sementara, NTA merupakan sistem yang digunakan untuk memproses mencegat dan memeriksa pesan untuk menyimpulkan informasi berdasar pola dalam komunikasi. Hal ini dapat dilakukan bahkan saat pesan dienkripsi maupun tidak dapat didekripsi.

“Secara umum dapat dikatakan sebagai teknologi mendengarkan atau listening dan menyaring dalam komunikasi data, serta jaringan yang dilakukan untuk memastikan bagaimana peralatan-peralatan berkomunikasi, sekaligus menentukan kesehatan dari jaringan tersebut,” terang Yudi, dalam siaran persnya yang diteri HR Online, Rabu (05/12/2018).

Ia juga menegaskan, bahwa mengimplementasikan teknologi Network Traffic Analysis dan EDR sudah menjadi keharusan bagi setiap perusahaan di belahan dunia mana pun.

ESET berpengalaman dalam menghadapi malware yang berfungsi sebagai targeted attack, atau yang mengincar sistem ICS/SCADA. Teknologi tersebut adalah teknologi yang sudah dikembangkan oleh ESET sejak lama, dan dijamin memiliki keandalan saat berhadapan dengan ancaman apa pun.

Sementara itu, dalam rangka mengukuhkan kedaulatan digital, salah satunya pemerintah telah membuat kebijakan pengamanan data, yakni dengan mewajibkan penyelenggara layanan elektronik tetap diharuskan memiliki pusat data.

Pusat pemulihan bencana di Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Noomor 82 Tahun 2012. Di mana hanya data dengan klasifikasi tertentu yang diwajibkan ditaruh di Indonesia. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA