Gelar Unjuk Rasa, Mahasiswa Tuntut Kejari Banjar Usut Tuntas Kasus Korupsi

Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Keluarga Mahasiswa Kota Banjar, saat melakukan aksi demo di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kota Banjar. Mereka mendorong pihak kejaksaan untuk usut tuntas kasus korupsi yang terjadi di Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Keluarga Mahasiswa Kota Banjar, melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Kejaksaan Negeri, DPRD dan Setda Kota Banjar, Selasa (11/12/2018).

Aksi mereka adalah untuk menuntut agar pihak Kejaksaan Negeri Kota Banjar dan Polres Banjar, usut tuntas kasus korupsi yang sedang ditangani. Saat melakukan aksinya di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kota Banjar, para mahasiswa menanyakan beberapa kasus korupsi yang kini sedang ditangani. Salah satunya kasus korupsi yang terjadi di Desa Balokang, Kecamatan Banjar.

Selain itu, mereka juga meminta pihak kejaksaan untuk mengusut soal kelebihan pembayaran tunjangan komunikasi intensif, serta dana operasional pimpinan dan anggota DPRD Kota Banjar yang diduga telah merugikan keuangan Negara berdasarkan hasil temuan BPK.

Dalam aksi ini sempat terjadi saling dorong dan bahkan nyaris ricuh antara peserta aksi dengan aparat kepolisian yang berjaga di depan pintu masuk kantor kejaksaan. Hal itu karena para mahasiswa merangsek masuk ingin menemui Kepala Kejaksaan Negeri kota Banjar, Gunadi.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar pun akhirnya menemui para peserta aksi. Selain menemui para peserta aksi, Gunadi juga menandatangani petisi mahasiswa yang isinya tentang komitmen untuk memberantas korupsi di Kota Banjar.

Koordinator Lapangan Aksi, Awalludin Muzakki Alkautsar, mengatakan, aksi turun ke jalan ini selain mendorong agar penegak hukum mengusut tuntas kasus-kasus korupsi yang terjadi di Kota Banjar, juga dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional.

Selain itu, pihaknya pun meminta kejaksaan untuk mengusut tuntas pembayaran tunjangan komunikasi intensif dan dana operasional pimpinan dan anggota DPRD Kota Banjar yang diduga telah merugikan keuangan negara hasil temuan BPK.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Gunadi, mengaku sangat berterima kasih kepada mahasiswa. Menurutnya, aksi ini menjadi pelecut semangat pihak kejaksaan dalam menuntaskan kasus korupsi yang terjadi di Kota Banjar. Di depan para pendemo, Gunadi menyatakan siap mengusut tuntas kasus korupsi yang terjadi di kota Banjar.

“Ini merupakan pelecut semangat kami, dan kami siap mengusut tuntas kasus-kasus korupsi yang terjadi di Kota Banjar,” tandas Gunadi.

Usai melakukan orasi di kejaksaan, puluhan mahasiswa kemudian mendatangi Gedung DPRD Kota Banjar. Kedatangan para mahasiswa ini langsung diterima oleh Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R Kalyubi, beserta anggota dewan lainnya.

Dadang R Kalyubi, juga menegaskan, bahwa pihaknya mendukung apa yang menjadi tuntutan mahasiswa, yakni memberantas korupsi. Karena memang korupsi sangat merugikan rakyat.

“Kami pun menandatangani petisi dari mahasiswa, dan kami mendukung apa yang menjadi tuntutan mahasiswa,” tandas Dadang.

Usai dari Gedung DPRD, selanjutnya mahasiswa tersebut menuju Kantor Setda Kota Banjar, untuk melakukan aksi yang sama. Aksi para mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat dari jajaran Dalmas Polres Kota Banjar. (Hermanto/Koran-HR)