Hindari Kecelakaan, Jalan Baru di Banjar Perlu Dilengkapi Marka

Kondisi ruas jalan baru yang merupakan jalur alternative pengubung Dusun Margaluyu, Desa Mulyasari dengan Lingkungan Panatasan, Kelurahan Pataruman yang berada di lereng Gunung Sangkur, tampak belum dilengkapi marka. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Warga pengguna jalan mengeluhkan pembangunan dan perbaikan jalan yang telah selesai belum dilengkapi marka. Pasalnya, jalan yang tidak ada tanda rambu lalu lintas tersebut dapat membahayakan penggunanya.

Tohir, salah seorang warga, mengatakan, sejumlah jalan di wilayah Kota Banjar yang baru diperbaiki dan dibangun menjadi kebanggaan tersendiri. Selain akan membuat pengguna jalan lebih nyaman, juga menjadi penunjang dalam menjalankan aktivitas warga sehari-hari.

Meski begitu, dirinya sangat menyayangkan belum dibuatnya marka jalan di sejumlah titik yang sudah dibangun. Padahal, marka tersebut bermanfaat, salah satunya untuk menghindari kecelakaan dari rebutan lajur jalan oleh pengguna, khususnya pengendara.

“Belum lama ini ada kecelakaan di daerah Mulyasari ini akibat salah satu pengendara merebut lajur pengguna jalan yang datang dari arah berlawanan. Saya yakin, jika sudah ada marka, maka apabila terjadi kecelakaan bakal lebih mudah penyelesaiannya. Kalau begini kan susah, mana yang benar dan mana yang salah,” kata Tohir, Selasa (18/12/2018).

Termasuk jalan baru yang membentang dari wilayah Dusun Margaluyu, Desa Mulyasari hingga Lingkungan Panatasan, Kelurahan Pataruman, juga belum dilengkapi marka. Padahal, menurut Tohir, di jalan tersebut saat ini sudah mulai banyak warga yang memanfaatkan jalur alternatif menuju pusat perkotaan itu.

“Contoh saja, jalan di Lemburbalong hingga simpang tiga Kelurahan Hegarsari atau Jalan Banjar-Pangandaran, itu sudah lama diperbaiki tapi juga belum dikasih marka. Makanya, kita harap pihak terkait segera memperhatikan hal itu supaya pengguna jalan lebih tenang,” harap Tohir.

Hal senada dikatakan Imam, warga lainnya. Ia meminta kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk dilanjutkan dengan membuat marka serta pendukung jalan lainnya, jika telah selesai melakukan perbaikan maupun pembangunan jalan baru.

“Kita hanya ingin pemerintah juga memperhatikan soal itu agar para pengguna jalan minimalnya bisa lebih nyaman dan tenang saat berkendara. Syukur lagi kalau PJU yang mati diperbaiki, serta lokasi yang rawan kecelakaan ditingkatkan lagi rambu-rambunya,” harap Imam. (Muhafid/Koran HR)

Loading...