Kaum Muda Banjar Mulai Gandrungi Ronggeng Amen

Ratusan warga yang didominasi kalangan anak muda, “ngibing” Ronggeng Amen di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Tidak hanya orang tua, kaum muda Kota Banjar ternyata mulai menyukai kesenian Ronggeng Amen. Kesenian tradisional khas Kabupaten Pangandaran itu semakin lama kian digandrungi anak muda.

Hal ini terlihat saat acara Gebyar Seni Ronggeng Amen dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia tahun 2018, yang digelar di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar, pada Jum’at malam (30/11/2018) lalu. Ratusan warga tampak begitu antusias menyaksikan seni ibing Ronggeng Amen tersebut.

Mereka yang datang bukan hanya warga Kota Banjar saja, melainkan dari luar Banjar pun ikut menyaksikan, bahkan mereka menari bersama empat orang ronggeng dari rombongan Seni Gentra Budaya asal Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Acara yang digagas oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kota Banjar itu ternyata mampu menyedot perhatian warga, baik tua maupun muda dari Banjar, Ciamis, Banjarsari, dan Pangandaran, bahkan ada pula dari Cilacap, Jawa Tengah.

Pantauan Koran HR di lokasi, baik tua maupun muda ikut larut “ngengklak” (menari) mengikuti irama alunan musik tradisional, sambil mengelilingi empat penari ronggeng yang berada di tengah-tengah pentas.

Kepala Dispora Kota Banjar, Nana Suryana, mengatakan, kegiatan pentas seni ibing ronggeng ini digelar untuk melestarikan seni dan budaya tradisional Sunda, sekaligus pula dalam rangka Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember.

“Kami menggelar kegiatan ini sebagai bentuk “ngamumule” seni budaya tradisional Sunda, sehingga budaya tradisional seperti ronggeng ini tidak punah dan dapat terus dilestarikan,” ujarnya.

Pihaknya akan terus menggelar kegiatan-kegiatan kesenian Sunda. Hal ini dilakukan karena minat para kaum muda, khususnya kaum muda Banjar, kini mulai menggandrungi seni tradisional.

“Dengan begitu, diharapkan nantinya generasi muda tidak terkontaminasi oleh budaya barat, dan lebih mencintai seni budayanya sendiri,” tandas Nana.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kota Banjar, H. Herman Sutrisno, melalui Ketua Harian Dewan Kebudayaan Kota Banjar, Syarif Hidayat, menilai, digelarnya ronggeng ini merupakan suatu gerakan budaya di Kota Banjar.

Menurut Syarif, munculnya gerakan budaya ini harus tetap dipertahankan untuk lebih mengenalkan seni budaya bangsa Indonesia, khususnya seni budaya Sunda, kepada masyarakat luas.

“Kita jangan kalah dengan seni yang datang dari negara luar, dan kita pun jangan lupa bahwa bangsa kita sangat ragam kaya dengan seni tradisinya. Sehingga, kita sebagai pewaris bangsa harus mulai berpikir bagaimana agar terus melakukan gerakan budaya untuk menjaga peradaban bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui Ronggeng ini, pemuda Kota Banjar tidak meninggalkan identitas jati dirinya. Karena seni Ronggeng Amen syarat dengan makna, yakni adanya rasa saling memiliki dan gotong-royong dalam ibingnya.

Untuk itu, pemuda jangan hanya sebagai penikmat seni saja, melainkan harus ikut serta menjadi pewaris pelaku seni tradisional. Sehingga, khasanah pelestarian, perlindungan dan pemanfaatan seni tradisi akan semakin terjaga.

Syarif berharap, untuk ke depannya, pemerintah melalui instansi terkait dapat menampilkan kesenian tradisional khas Kota Banjar, salah satunya kesenian Reog Dongkol dan Ronggeng Dongkol. Karena, kesenian tersebut merupakan salah satu kesenian tradisional khas Kota Banjar.

Ditemui di tempat yang sama, Feri (36), salah seorang pengunjung asal Pamarican, Kabupaten Ciamis, mengaku kalau dirinya sangat merasa terhibur dengan adanya kegiatan seni ibing Ronggeng ini. Ia sengaja datang ke Banjar bersama teman-temannya untuk ikut menari Ronggeng dalam acara tersebut.

Selain acara Gebyar Seni, dalam kegiatan ini pun Dispora Kota Banjar menggandeng Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Yayasan Matahati, dan Dinas Kesehatan Kota Banjar, untuk melakukan kegiatan mobile tes HIV secara sukarela bagi masyarakat. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA