Korban Banjir dan Longsor di Pangandaran Masih Butuh Bantuan Logistik

Banjir bandang rendam permukiman penduduk di Dusun Cintamaju, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Senin (12/11/2018). Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena, mengatakan, hingga saat ini masih ada korban banjir dan longsor di Pangandaran yang membutuhkan bantuan logistik berupa makanan dan minuman. Sebab, ada beberapa di antaranya yang masih mengungsi dan ada pula yang ekonomi keluarganya belum pulih pasca terkena bencana.

“Kami pun sudah menyalurkan bantuan kepada para korban banjir dan longsor, baik dari pemerintah maupun dari para dermawan. Namun, karena lokasi bencana yang terpencar-pencar, sehingga suplai logistik belum merata. Karenanya, masih butuh bantuan dari para dermawan untuk korban banjir dan longsor,” ujarnya, Kamis (13/12/2018).

Menurut Nana, sampai saat ini di sejumlah titik bencana di wilayah kabupaten Pangandaran masih terdapat pengungsi korban banjir dan tanah longsor. Mereka masih bertahan di pengungsian, karena disebabkan dari tempat tinggalnya mengalami kerusakan atau ada juga yang tempat tinggalnya terancam longsor.

“Jumlah korban banjir dan longsor di Pangandaran seluruhnya sebanyak 1835 kepala keluarga atau 5652 jiwa. Namun, berapa jumlah warga yang masih mengungsi, belum terdata secara pasti,” ujarnya.

Sementara itu, manajemen PT Pupuk Kujang memberikan bantuan logistik untuk korban bencana banjir dan longsor di Pangandaran. Bantuan yang disalurkan berupa 5000 pcs mie instan, 768 botol kecap/saos, 2400 botol air mineral, 360 lauk pauk kaleng dan 100 susu kaleng. “Bantuan tersebut akan segera didistribusikan, terutama ke daerah yang kurang mendapat bantuan,” pungkasnya. (Mad/R2/HR-Online)