Minggu, Mei 22, 2022
BerandaBerita PangandaranPemda Pangandaran & AHF Indonesia Resmikan Billboard Kampanye Pencegahan HIV/AIDS

Pemda Pangandaran & AHF Indonesia Resmikan Billboard Kampanye Pencegahan HIV/AIDS

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Papan reklame (billboard) bermuatan pesan pencegahan HlV/AIDS, dibangun AHF (AIDS Healthcare Foundation) beserta mitranya di Pangandaran, Yayasan Matahati dan Pemda Pangandaran, di kawasan Kampung Turis, Blok Pamugaran, Desa Wonoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Pembangunan billboard sebagai alat informasi kewaspadaan HIV/AIDS di Kabupaten Pangandaran itu diresmikan oleh Asda II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Pangandaran, Ade Supriatna, yang mewakili Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dan dihadiri para pejabat terkait di lingkup Pemda Pangandara, Rabu (26/12/2018).

Tujuan pembangunan billboard dua muka berukuran 4×6 meter yang menampilkan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata – H. Adang Hadari, sebagai model kampanye kewaspadaan HIV/AIDS adalah untuk menguatkan jangkauan informasi seputar HlV/AIDS ke warga maupun wisatawan di Kabupaten Pangandaran.

Sebuah slogan dalam bahasa Sunda disisipkan untuk menggugah kesadaran publik agar melakukan tes HIV, yakni “Raga Mawa Cara, Pariksa Samemeh Karasa” atau “Periksakan Diri Sebelum Terasa Gejala”. Slogan tersebut akan menjadi media informasi yang ampuh dan penggugah kesadaran masyarakat.

Country Program Manager AHF Indonesia, Riki Febrian, mengatakan, pembangunan papan reklame ini merupakan bagian dari komitmen AHF untuk membantu Pemerintah Kabupaten Pangandaran menanggulangi masalah HlV/AIDS.

“Sebelum program pendirian media informasi ini, AHF dan Yayasan Matahati sebagai mitra kerja di Pangandaran, telah melakukan pelayanan dalam isu HIV/AIDS sejak tahun 2017,” terangnya.

Lanjut Riki, beberapa program AHF lndonesia dan Matahati yang sudah berjalan diantaranya pendampingan orang dengan HIV/AIDS (ODHA), penyediaan layanan tas HIV dan ARV, dukungan terhadap advokasi isu HlV/AIDS, serta terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan kampanye HIV/AIDS.

“Billboard ini juga menjadi bukti komitemen serius Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang diapresiasi penuh oleh AHF,” tandas Riki.

Sementara itu, Manajer Program Yayasan Matahati, Agus Abdullah, menambahkan, sejak beroperasi di Kabupaten Pangandaran, pihaknya telah menjangkau 72 warga yang terinfeksi HIV.

“Namun, jumlah tersebut seperti fenomena puncak gunung es, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan. Untuk itulah, kampanye HlV/AIDS ini harus terus disampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Terlebih pembangunan papan reklame oleh AHF Indonesia dan Yayasan Matahati sebagai mitranya, menguatakan bukti dukungannya kepada Pemda Pangandaran atas diedarkannya Perbup Nomor 40 Tahun 2018 tentang Pencegehan dan Penanggulangan HlV-AIDS.

“Diharapkan kombinasi antara promosi preventif terhadap HIV/AIDS di Pangandaran dan keseriusan komitmen pemerintah daerah adalah salah satu elemen terkuat dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, khususnya di Pangandaran ini,” kata Agus.

Sementara itu, Asda II yang mewakili Bupati Pangandaran, Ade Supriatna, mengatakan,  masalah HIV/AIDS tidak saja menjadi isu global. Namun, masalah ini juga menjadi tantangan bagi negara Republik Indonesia, Provinisi Jawa Barat, dan Kabupaten Pangandaran pada khususnya.

Ade juga menegaskan, pembangunan media luar ruang dalam bentuk billboard tentang HIV/AIDS adalah upaya untuk mengedukasi masyarakat, bahwa informasi dan tata cara pencegahan HIV/AIDS perlu diketahui dengan benar.

Pemda Pangandaran Serius Kampanyekan Bahaya HIV/AIDS

Dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan billboard ini adalah bukti keseriusan dalam menanggulangi bahaya HIV/AIDS di Pangandaran. Apalagi Kabupaten Pangandaran menjadi sebuah destinasi wisata unggulan di Provinsi Jawa Barat, bahkan Indonesia yang menarik untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Perlu saya garis bawahi, billboard ini adalah yang pertama kali didirikan di Kabupaten Pangandaran atas kerjasama Pemda Pangandaran dengan AHF Indonesia. Keberadaannya sangat penting sebagai alat edukasi informasi HIV/AIDS,” kata Ade.

Hal inilah yang menyebabkan Pangandaran menjadi sebuah wilayah potensial, di mana banyak orang yang berinteraksi, baik dari dalam maupun luar Pangandaran. Interaksi yang terjadi bisa berdampak negatif, salah satunya penyebaran HIV/AIDS.

“Untuk itu, penyadaran kewaspadaan akan penyebaran HIV/AIDS sangat penting. Bagi kami, peresmian billboard ini memiliki arti yang sangat mendalam guna pemenuhan kesehatan kepentingan dasar di masyarakat Pangadaran pada khususnya,” pungkas Ade. (Madlani/R3/HR-Online)

- Advertisment -