Pria di Ciamis Ini Sudah 5 Hari Dinyatakan Hilang Setelah Mancing di Sungai Cimunang

Dadan Ramdani (30), warga Dusun Ciaren RT 02/RW05 Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dinyatakan hilang saat tengah seorang diri memancing ikan di Sungai Cimunang, tepatnya di Dusun Landeuh, Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Sabtu (22/12/2018) malam lalu. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Seorang pria yang diketahui bernama Dadan Ramdani (30), warga Dusun Ciaren RT 02/RW05 Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dilaporkan hilang setelah sebelumnya seorang diri memancing ikan di Sungai Cimunang, tepatnya di Dusun Landeuh, Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Sabtu (22/12/2018) malam lalu.

Sudah hampir lima hari ini korban belum juga ditemukan. Hanya, dugaan sementara korban hilang akibat jatuh dan kemudian tenggelam ke sungai Cimunang. Dugaan itu didasari dari ditemukannya sepasang sandal di pinggir sungai atau tempat korban duduk saat memancing ikan. Meski begitu, pihak kepolisian dan BPBD Ciamis belum berani menyebutkan korban hilang tenggelam, karena tidak adanya saksi mata.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan, kejadian ini bermula saat korban dengan seorang rekannya memancing ikan di bendungan irigasi Sungai Cimunang pada Sabtu (22/12/2018) malam atau sekitar pukul 22.00 WIB. Saat hujan tengah mengguyur, ujar Ani, kedua orang itu tetap memaksakan memancing ikan di pinggir sungai.

“Menurut keterangan dari rekan korban, saat hujan tengah mengguyur, korban sedang membetulkan kenur pancingnya. Sementara rekannya pamit pergi untuk membeli kopi dan makanan ke warung. Saat temannya datang kembali ke bendungan atau sekitar 30 menit setelah pergi, ternyata korban sudah tidak ada di tempat. Yang ada hanya sepasang sandal milik korban yang tergeletak di tempat korban sebelumnya memancing,” terangnya.

Menurut Ani, kondisi debit air di Sungai Cimunang dalam sepekan ini memang tengah meninggi. Apabila menduga korban hilang akibat jatuh ke sungai dan kemudian tenggelam memang masih masuk akal. “Tapi, masalahnya tidak ada saksi kalau memang benar korban hilang akibat tenggelam,” imbuhnya.

Namun begitu, lanjut Ani, pihak kepolisian dan TNI yang dibantu relawan dari Pusdalops BPBD Kabupaten Ciamis, dalam beberapa hari ini sudah melakukan pencarian, termasuk malakukan pencarian dengan cara menyelam di sepanjang aliran sungai Cimunang.

“Namun, akibat kondisi debit air sungai yang masing tinggi, menyulitkan kami dalam melakukan pencarian. Tetapi, pencarian akan terus dilakukan sampai korban akhirnya ditemukan,” katanya.

Menurut Ani, sebelum dinyatakan hilang, korban mengenakan baju oblong warna hitam, celana jeans pendek, rambut mohak dan ada ciri benjolan di dahinya. (R2/HR-Online)