Proyek di Banjar Makan Korban, Joeis: Saya tidak Ceroboh Simpan Material

Tumpukan material pengerjaan proyek jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT), di area bulak sawah, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Foto : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pimpinan CV Pelangi, Joeis Ariesyadi, langsung angkat bicara terkait pengerjaan proyek jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT), di area bulak sawah, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Joeis membantah jika pihaknya dianggap ceroboh menyimpan material di jalan.

“Kami merasa tak ceroboh menyimpan material proyek sebagaimana dituduhkan warga,” ucapnya kepada HR Online, Minggu (16/12/2018).

Menurutnya, setiap kali material pengerjaan proyek yang berada di Dusun Kedungwaringin, RT 08 dan RT 09/06 ini turun dari mobil truk, langsung dibereskan oleh pekerja ke pinggir jalan.

“Lagian kami pun sudah menyiapkan dan menyimpan 4 buah rambu-rambu,” ucapnya.

Diberitakan HR Online sebelumnya, tumpukan material pengerjaan proyek JITUT berupa batu belah yang memenuhi sebagian badan jalan, mengakibatkan pengendara sepeda motor yang sedang melintas tergelincir jatuh. Kejadian itu terjadi pada Rabu (12/12/2018) malam pukul 19.30 WIB.

Berita Terkait : Akibat Material Proyek Halangi Jalan, Pemotor di Banjar Terjatuh Hingga Alami Luka

Kedua korban yang merupakan warga Ciawitali-Lakbok mengalami luka-luka di bagian kaki dan tangan. Korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas DTP II Langensari untuk mendapat tindakan medis. Bahkan, satu korban harus dirujuk ke RSUD Kota Banjar lantaran mengalami luka yang cukup serius.

Namun, Joeis mengklaim jika pihaknya sudah antisipasi sebelumnya dengan memperhatikan pengguna atau pengendara jalan, yang melintas pengerjaan proyek yang sedang dikerjakannya.  

“Kalau pun ada kejadian seperti itu, haruskah kami yang disalahkan terus dan apakah kecelakaan tersebut akibat kecorobohan kami?. Sementara pengendara yang mengalami kecelakaan itu tidak memakai helm, dan juga lampu motornya tidak menyala,” ungkapnya.

Sementara terkait soal lampu penerangan, lanjutnya, karena memang di sepanjang jalur jalan itu tidak ada satupun penerangan jalan umum. “Kalau pengendaranya berhati-hati karena jalan gelap, pasti kecepatan motornya dikurangi,” tukasnya.

Meski demikian, pihaknya setelah mengetahui kejadian itu langsung malam itu juga menuju lokasi, dan ikut melihat kondisi korban kecelakaan di Puskesmas. Bahkan, mengantar satu korban lagi yang harus dirujuk ke RSUD.

“Kami tungguin korban di RSUD Banjar hingga larut malam. Itu semua sebagai bagian bentuk tanggung jawab kami, walau sepenuhnya itu sebenarnya bukan kesalahan kami. Semoga saja proyek yang sedang dikerjakan kami itu, bisa selesai dengan lancar dan tepat waktu,” pungkasnya. (Nanks/R5/HR-Online)

Loading...