Kamis, Juni 30, 2022
BerandaBerita PangandaranSoal Sampah dan Sewa Trail, Balawista Minta Lembaga Khusus Tangani Pantai Pangandaran

Soal Sampah dan Sewa Trail, Balawista Minta Lembaga Khusus Tangani Pantai Pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Keberadaan jasa sewa trail yang berada di kawasan Pantai Pangandaran kembali menjadi perbicangan. Pasalnya, motor trail yang disewa tersebut masuk ke bibir pantai dan dipacu dengan kecepatan tinggi hingga menyebabkan kecelakaan.

Dari informasi yang dihimpun, pada Minggu (16/12/2018) kemarin, dikabarkan seorang anak tertabrak motor trail hingga mengalami luka cukup serius. Tak hanya itu, kejadian tersebut juga sudah pernah terjadi sebelumnya.

Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista), Dodo Taryana, mengatakan, aktivitas wisatawan yang menggunakan sepeda motor trail sewaan kerap masuk ke kawasan bibir pantai dengan kecepatan tinggi dinilai sangat mengganggu kenyamanan wisatawan yang ada di pantai.

“Ya memang betul kemarin Minggu ada seorang anak yang tertabrak motor trail, dan itu sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di pantai. Meski pengguna sewa trail sering diingatkan, tapi selalu saja ada yang masuk ke pantai,” ucapnya, Selasa (18/12/2018).

Dodo berharap, bahwa kejadian yang kemarin adalah catatan yang terakhir buat kecelakaan di pantai dan tidak ada kejadian berikutnya.

“Kami pernah menyampaikan ke Pak Bupati bahwa di pantai itu tidak boleh ada kendaraan roda dua, terkecuali kendaraan roda empat penjaga pantai. Karena pantai khusus untuk pejalan kaki dan pengunjung yang  melakukan aktivitas berenang,” jelasnya.

Saat disindir terkait masalah  sampah di pantai, Dodo terus terang merasa geram dengan hal yang satu ini. Pasalnya, Pangandaran yang dijual adalah pantainya sebagai ikon, selama ini tidak terpelihara dengan baik karena banyaknya sampah yang dikeluhkan pengunjung.

“Saya kira, pengunjung yang tidak mau datang ke sini karena merasa kurang nyaman melihat pantainya yang kotor. Maka dari itu, kami ingin ada satu lembaga yang menangani sampah di pantai. Sebab, sampai saat ini belum ada. Padahal kalau soal ini, antara Dinas LHK dengan Dinas Pariwisata mempunyai satgas sapta pesona dan di LHK juga ada kebersihannya. Namun satgas di dua Dinas tersebut kayanya kurang berjalan dengan baik buktinya setiap hari sampah dipantai itu masih ada,” tutupnya. (Ceng/Koran HR)

- Advertisment -