Tradisi Jamasan di Ciamis, Ajang Edukasi Masyarakat untuk Lestarikan Budaya

Ziarah makam Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, Bupati Ciamis yang ke-16 yang mana memerintah pada tahun 1839-1886 sebelum prosesi jamasan. Foto: Fahmi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Keluarga besar Rd. Adipati Kusumadiningrat menggelar tradisi jamasan yang berlangsung di Makam Jambansari Kabupaten Ciamis. Tradisi yang dilakukan tiap tahun tersebut selalu dilakukan pada saat bulan maulid atau Robiul Awal.

Diketahui, dalam tradisi yang berlangsung secara turun temurun sejak dulu itu, semua keturunan Raja Galuh melakukan doa bersama di Makam Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, Bupati Ciamis yang ke-16 yang mana memerintah pada tahun 1839-1886.

Pasca melakukan do’a bersama, benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Galuh dibersihkan. Pada jamasan kali ini, hanya 7 benda pusaka inti yang dibersihkan.

“Benda pusaka yang dibersihkan kali ini hanya 7 saja, itu pun yang inti. Sebenarnya, total benda pusaka ada 150. Jadi, kalau dibersihkan semua akan memakan waktu,” kata Rd. H. Hanif Radinal Muhtar yang juga keturunan Raden Adipati Kusumadiningrat, Rabu (05/12/2018) kemarin.

Ia menjelaskan, bila tradisi jamasan ini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat Tatar Galuh untuk mengenalkan budaya warisan para leluhur. Harapannya, meskipun budaya ataupun tradisi tersebut sudah berlangsgung lama sejak zaman dulu, tidak mudah hilang meski ditelan oleh zaman.

“Ini yang kedua dan disaksikan oleh masyarakat. Sebelumnya prosesi ini hanya keluarga saja yang ikut prosesi jamasan,” imbuh H Hanif.

H. Hanif menambahkan, proses pemandian benda pusaka tersebut menggunakan air yang diambil dari 9 sumber mata air, yakni air Salawe, Air Pulo Majeti, Air Panjalu, Air Gunung Padang, Air Karang Kamulyan, Air Putrapinggan, Air Imbanaga, dan Air Jambansari. Setelah dilakukan pembersihan, pusakan tersebut laliu disimpan kembali di Museum Galuh Pakuan di Selagangga.

“Budaya adalah jati diri bangsa dan budaya sebagai aset bangsa yang mesti kita pelihara. Sebab, budaya yang mempersatukan bangsa di mana kita harus terus melestarikan kebudayaan ini.” pungkasnya. (Fahmi/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA