Warga di Baregbeg Ciamis Ini Deklarasikan Desa Kota Baru

Tokoh ulama, masyarakat dan pemuda dari empat dusun di Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, saat mendeklarasikan Desa Kota Baru, Minggu (08/12/2018) malam. Foto: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Tokoh ulama, masyarakat dan pemuda dari empat dusun di Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang mengatasnamakan Paguyuban Masyarakat Pemekaran Desa Sukamaju, mendeklarasikan pembentukan atau pemekaran desa,
Minggu (08/12/2018) malam.

Ketua Presidium Pemekaran, Arif Ismail Choas, mengatakan, pihaknya sengaja membentuk presidum pemekaran karena banyak masyarakat di empat dusun yang ingin membentuk wilayah administratif desa baru atau mekar dari desa induk, yaitu Desa Sukamaju.

“Karena wilayah Desa Sukamaju cukup luas, sementara pembangunan belum merata. Kami ingin membentuk pemerintahan desa baru yang diberi nama Desa Kota Baru. Hal itu karena kita berada di batas kota,” ujarnya.

Dalam deklarasi ini, kata Arif, pihaknya berkumpul dengan tokoh masyarakat dari empat dusun, yaitu Dusun Bangunsirna, Cairingin, Cipaku dan Liunggunung Pasir. Dan masyarakat di empat dusun itu sepakat untuk pemekaran desa.

Sebetulnya, kata Arif, rencana pemekaran desa di Sukamaju sudah sejak lima tahun ke belakang. Bahkan, sudah menjadi wacana sejak pemekaran Kecamatan Baregbeg yang berpisah dari Kecamatan Ciamis.

“Dengan dibentuknya presidium diharapkan dapat mempercepat pemekaran Desa Kota Baru. Dengan adanya persiapan ini, segala sesuatunya sudah dipersiapkan dengan matang,”jelasnya.

Arif melanjutkan, tujuan pemekaran tak lain untuk pemerataan pembangunan di segala bidang. Menurutnya, pihaknya akan terus berjuang mewujudkan pemekaran desa dengan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat.

Hal senada diungkapkan Tokoh Masyarakat, Dadang Ridwan Helmi. Dia mengatakan, dengan pemekaran diharapkan dapat mempercepat pembangunan di empat dusun. Terlebih, wilayah Desa Kota Baru akan terlewati pembangunan jal tol.

“Dari segi potensi wilayah 4 dusun sangat layak menjadi desa baru. Jika dihitung luas wilayah dan jumlah penduduk pun sudah memadai. Karena penduduk di empat dusun sudah mencapai sekitar 4000 jiwa,”ungkapnya

Dadang mengatakan, setelah terbentuknya presidium, pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan audensi dengan DPRD Ciamis, Pemkab Ciamis, Pemprov Jabar dan Kemendagri. Hal itu untuk mempercepat terwujudnya pemekaran. (es/R2/HR-Online)