Ada Pungli Saat Jemput Wisatawan di Stasiun Banjar, Sun In Hotel Pangandaran Ngeluh

KA Pangandaran dengan relasi Stasiun Gambir Jakarta-Bandung-Banjar (PP) saat launcing di Statsion Kereta Api Kota Banjar, Rabu (02/01/2018). Foto: Hermanto/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Manajemen Sun In Hotel Pangandaran mengeluhkan adanya praktek pungli yang dilakukan oleh oknum jasa transportasi lokal di Stasiun Kereta Api Kota Banjar, Jawa Barat, saat melakukan penjemputan wisatawan yang menggunakan Kereta Api (KA) Pangandaran. Keluhan dari pihak manajemen hotel ini ditulis di akun facebook resminya dan sempat menjadi perbincangan hangat warganet di dunia maya.

Seperti diketahui, setelah PT KAI meluncurkan Kereta Api (KA) Pangandaran dengan rute stasion Gambir – Bandung – Banjar, manajemen Sun In Hotel Pangandaran melakukan terobosan dengan memberikan layanan gratis penjemputan dari Stasiun Banjar bagi tamu hotel yang akan berwisata ke Pangandaran. Pihak manajemen pun menyiapkan armada khusus dalam melakukan penjemputan tersebut.

Namun, baru beberapa pekan layanan ini berjalan, ternyata mendapat kendala. Dikabarkan, mobil jemputan milik Sun In Hotel tidak diperbolehkan masuk ke area parkir Stasiun Banjar oleh oknum transportasi lokal. Selain itu, apabila pihak hotel membawa wisatawan dari Stasiun, dikabarkan harus membayar sejumlah uang kepada oknum tertentu.

Sementara itu, salah seorang manajemen Sun In Hotel Pangandaran, Dian, saat dihubungi HR Online, Minggu (20/01/2019), mengatakan, setelah KA Pangandaran beroperasi, pihaknya membuka paket jemputan untuk tamu hotel yang akan menginap sebagai bentuk service. Namun, setelah layanan itu beberapa minggu berjalan, ternyata terdapat kendala.

“Ada praktik pungli yang dilakukan oknum jasa transportasi lokal yang berada di area parkir Stasiun KA Banjar. Kami sangat menyayangkan. Dan setelah terjadi kejadian itu, layanan jemputan kami dihentikan untuk sementara,” ujar Dian.

Menurut Dian, kejadian pungli yang dilakukan oknum transportasi lokal terjadi pada Jumat (18/1/2019) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, kata dia, mobil layanan jemputan akan menjemput tamu hotel dari Bandung yang menggunakan KA Pangandaran.

Saat mobil masuk ke areal parkir stasiun, lanjut Dian, tiba-tiba diberhentikan oleh beberapa orang yang mengaku tukang ojek dan tukang becak yang mangkal di Stasiun Banjar. “Mereka menegur kami dan tidak boleh mengangkut penumpang di area parkir stasiun. Dengan sedikit nada tinggi mereka berkata, jangan narik penumpang di sini. Penumpangn di sini jatah kami,”kata Dian menirukan perkataan oknum tersebut.

Selain itu, kata Dian, mereka pun meminta sejumlah uang. Mereka juga menginginkan mobil jemputan tidak boleh masuk ke area parkir statsiun. “Yang lebih aneh, mobil kami disuruh parkir di tempat yang posisinya jauh dari area parkir stasiun. Mereka meminta agar tamu hotel yang kami jemput terlebih dahulu menggunakan jasa ojek atau becak. Setelah itu, baru bisa kami angkut,” ujarnya.

Dian mengatakan, setelah beroperasinya KA Pangandaran, minat wisatawan yang datang ke Pangandaran naik signifikan. Terutama wisatawan dari daerah Bandung. “Apalagi bulan ini KA Pangandaran lagi promo, wisatawan dari Bandung meningkat tajam. Sampai-sampai peningkatannya tiga sampai empat kali lipat dari biasanya,” ujarnya.

Dian menegaskan, tujuan dioperasikannya KA Pangandaran yang ditargetkan dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan, sebenarnya sudah memenuhi harapan. Hanya saja, layanan transportasi darat untuk penyambung dari Banjar menuju Pangandaran tidak disediakan.

“Seharusnya pemerintah yang mengatur adanya transportasi penyambung dari Banjar menuju Pangandaran. Karena apabila transportasinya tidak disediakan di statsiun, percuma saja ada KA Pangandaran. Yang pasti, wisatawan akan enggan menggunakan kereta api menuju Pangandaran,” ungkapnya.

Dian mengatakan, apabila pihak hotel atau jasa transportasi diperbolehkan berinisitiaf melakukan penjemputan wisatawan dari stasiun Banjar, sebaiknya ada aturan dan jaminan keamanan dari pemerintah. “Kalau seandainya jasa penjemputan harus bayar, tidak masalah. Asalkan sifatnya resmi dikeluarkan oleh pemerintah atau bukan pungli yang ditarik oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.     

Namun begitu, Dian berharap pemerintah bisa menyediakan jemputan khusus untuk wisatawan yang mau berwisata ke Pangandaran. “Kami berinisiatif menyediakan layanan jemputan, karena memang tidak ada angkutan umum dari stasiun Banjar menuju Pangandaran. Kalau pun ada harus pergi dulu ke Terminal Banjar. Tentu hal itu tidak akan membuat wisatawan nyaman. Karena jarak dari stasiun ke terminal Banjar cukup jauh,” pungkasnya. (Mad/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA