Berenang di Sungai Kayu Putih, Dua Bocah SD di Ciamis Tewas Tenggelam

Lokasi tenggelamnya dua korban tepatnya di Sungai Kayu Putih yang berlokasi di Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Kedua korban tenggelam pada Minggu (27/01/2019) siang. Foto: Istimewa/BPBD

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dua bocah kelas 6 Sekolah Dasar (SD) yang diketahui bernama Arjun dan Hilmi, warga Dusun Cibeureum RT 33/RW08 Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ditemukan tewas tenggelam di Sungai Kayu Putih yang berlokasi di Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Minggu (27/01/2019) siang. Belum diketahui penyebab korban tenggelam. Saksi mata hanya mengetahui korban sudah tenggelam dan melakukan pertolongan.

Ihsan (16), saksi mata yang ikut mengevakuasi korban, mengatakan, dirinya datang ke Sungai Kayu Putih bersama rombongan anak-anak perempuan yang satu sekolah dengan korban. Kedua korban datang ke sungai atas inisiatifnya.

“Saya hanya membimbing siswa perempuan menggelar kegiatan di area sungai. Kegiatan itu dalam rangka mengisi libur akhir pekan. Sementara korban datang tanpa sepengetahuan saya,” ujarnya.

Namun, lanjut Ihsan, saat hendak pulang, dirinya mendapat kabar bahwa ada dua anak laki-laki hanyut tenggelam. “Setelah mendapat kabar itu, saya langsung berlari ke arah sungai dan ikut melakukan pencarian. Waktu itu posisi korban sudah tenggelam. Kemudian dilakukan pencarian sekitar 30 menit. Akhirnya korban ditemukan di tempat awal keduanya tenggelam,” ujarnya.

Saat korban berhasil dievakuasi, kata Ihsan, kondisinya sudah kritis. Dirinya, kata dia, sempat melakukan pertolongan dengan menekan dadanya untuk membantu mengeluarkan air dari mulutnya.

“Saat dadanya ditekan, dari mulutnya keluar air dan cairan berbusa. Melihat kondisinya sudah seperti itu, kemudian korban dilarikan ke Puskesmas Banjarsari. Saat di puskesmas, dokter menyatakan bahwa kedua korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Eli, ibu dari korban Hilmi, mengatakan, dirinya tidak menyangka anak semata wayangnya tewas dengan sebab yang mengenaskan. Dia mengaku tidak ada firasat apapun ketika anaknya pergi dari rumahnya. “Saya sangat shok dan menyesal tidak bisa menjaga anak saya,” katanya sembari menangis.

Sebelum pergi dari rumah, lanjut Eli, anaknya meminta kepada dirinya untuk diantar bermain ke Alun-alun Banjarsari. Namun, dia menolak ajakan anaknya karena ada kesibukan lain. “Tadi pagi anak saya pamitan katanya mau main bersama temannya. Ternyata, moment itu jadi pertemuan terakhir saya dengan anak saya,” katanya. (Suherman/R2/HR-Online)