Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita CiamisBupati Ciamis Curhat, "Saya Merasa Tidak Dihargai Oleh Bawahan"

Bupati Ciamis Curhat, “Saya Merasa Tidak Dihargai Oleh Bawahan”

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Bupati Ciamis Iing Syam Arifin, mengaku dirinya merasa tidak dihargai oleh bawahannya. Pasalnya, papan nama yang tertera pada pintu masuk ruangan kerjanya dicopot dan hingga kini belum kembali dipasang. Padahal, dirinya masih menjabat sebagai bupati Ciamis hingga 6 April 2019 mendatang.

“Papan nama itu dicopot pada sekitar bulan Juli lalu atau setelah Pilkada Ciamis berakhir. Meski saya kalah pada Pilkada, tetapi masa jabatan saya hingga bulan April mendatang. Terus terang, saya merasa tidak hargai dan itu sangat menyakitkan,” ungkapnya, saat memberikan sambutan pada pelantikan pejabat eselon III, IV dan kepala sekolah, di aula Setda Ciamis, Senin (31/12/2018).

Papan nama atas nama Iing Syam Arifin di pintu masuk ruang kerjanya saat masih dicopot, Senin (31/12/2018). Foto: Fahmi/HR

Lebih parah lagi, lanjut Iing, ketika salah seorang stafnya meminta kepada salah seorang pejabat agar memasang kembali papan nama atas nama Iing Syam Arifin di pintu masuk ruangan kerja bupati. Namun, kata dia, jawaban dari pejabat tersebut sangat menyakitkan. “Pejabat itu bilang, katanya tidak perlu dipasang lagi, karena bupatinya juga akan ganti. Sungguh perkataan yang tidak mencerminkan seorang intelektual. Padahal dia seorang pejabat,” ujarnya.

Selain itu, kata Iing, pernah ada salah seorang bawahannya yang juga sebagai pejabat eselon yang meminta dirinya mundur dari jabatannya sebagai bupati. Hal itu diutarakan oleh salah seorang bawahannya setelah Iing dinyatakan kalah dalam perhelatan Pilkada Ciamis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ciamis, Asep Sudarman, mengaku baru tahu papan nama atas nama Iing Syam Arifin tidak terpasang di pintu masuk ruangan kerja bupati. Dirinya, kata dia, akan segera meminta klarifikasi kepada bawahannya. “Saya baru tahu soal ini ketika Pak Bupati menyampaikannya pada sambutan tadi,” ujarnya.  

Asep menegaskan dirinya akan segara menugaskan kepada bagian umum Setda untuk kembali memasang papan nama di pintu masuk ruang kerja bupati. “Saya juga akan mengecek kepada bagian umum untuk melacak siapa orang yang berani menurunkan papan nama bupati. Kita akan minta bagian umum untuk melihat di rekaman CCTV,” katanya.

Asep menandaskan, apabila pencopotan papan nama tersebut terjadi akibat sabotase dari salah satu oknum bawahannya, pihaknya tidak akan segan untuk memberikan sanksi tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. “Kalau itu sabotase, jelas sangat kelewatan,” tegasnya.

Sementara itu, Ai Elah Syam Arifin, istri Bupati Ciamis Iing Syam Arifin, mengaku terkejut ketika suaminya curhat di hadapan para pejabat dan kepala sekolah yang dilantik. Karena, menurutnya, sebelumnya dia tidak pernah mendengar suaminya curhat mengenai masalah tersebut. “Terus terang, saya juga kaget. Karena bapak tidak pernah bilang sebelumnya. Memang karakter bapak jarang curhat,” ujarnya.

Ai berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi di kemudian hari dan hanya menimpa kepada suaminya saja. “Tentunya kejadian ini harus menjadi koreksi untuk semua agar masalah ini tidak terjadi kembali,” pungkasnya. (R2/HR-Online)

- Advertisment -