Diserang Tiba-tiba, Bandar Kayu di Ciamis Dibacok Hingga Alami Luka Parah

pembacokan
Jana (55), seorang bandar kayu, warga Dusun Cimarga RT 38/RW 02 Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, yang menjadi korban pembacokan saat mendapat tindakan medis di RSUD Banjar. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Jana (55), seorang bandar kayu, warga Dusun Cimarga RT 38/RW 02 Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dilaporkan menjadi korban pembacokan setelah mendapat serangan dari pria berinsial R, warga Dusun Pasirangin, Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican.

Kejadian itu terjadi di kebun warga, di Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican Kamis (24/01/2019) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebabnya, R menuding Jana telah seenaknya menebang pohon mahoni miliknya. Tak pelak, R yang merasa dirugikan lantas naik pitam. Kemudian R mendatangi Jana sembari membawa golok.

Saat bertemu Jana, tanpa basa-basi R langsung menyerang dan menebaskan golok ke leher dan kepala Jana. Jana pun jatuh tersungkur. Beruntung, saat kejadian, ada orang yang melihat aksi penganiayaan yang dilakuan R. Ketika sadar aksinya diketahui orang, R pun langsung melarikan diri.

Akibat pembacokan tersebut, korban mengalami empat luka bacok di leher dan kepala. Korban pun langsung dilarikan ke RSUD Kota Banjar untuk mendapat penanganan medis.

Sekretaris Desa Margajaya, Elin, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya. korban yang mengalami luka bacok kini tengah mendapat tindakan medis di RSUD Kota Banjar.

“Mengenai sebab pembacokan ini, saya belum begitu tahu secara jelas. Hanya menurut keterangan dari saksi, korban tiba-tiba diserang oleh R dengan menggunakan senjata tajam. Beruntung, saat kejadian ada beberapa warga yang mengetahuinya. Pelaku pun kabur setelah melihat banyak warga yang hendak mengejarnya,” katanya.

Elin menambahkan luka bacok yang dialami korban cukup parah. Saat dibawa ke rumah sakit pun korban terus mengeluarkan darah dari lukanya. “Makanya tadi langsung dirujuk ke RSUD Banjar. Karena kalau ditangani di puskesmas khawatir korban tidak tertolong. Kasus ini pun sudah ditangani pihak kepolisian,” pungkasnya. (Suherman/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA