Dua Orang Warga di Pangandaran Tewas Tersambar Petir

Dua Orang Warga di Pangandaran Tewas Tersambar Petir. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dua orang warga tewas tersambar petir saat hujan disertai petir mengguyur wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (23/01/2019) sore.

Kedua orang warga yang tewas tersambar petir itu masing-masing bernama Kasman, warga Dusun Kalijati, RT. 29, RW. 06, Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih. Petir menyambar saat korban tengah mengambil air nira yang telah disadapnya.

Asep, salah seorang kerabatnya, mengatakan, peristiwa yang menewaskan Kasman itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Menyadap kelapa untuk dijadikan gula merupakan pekerjaan Kasman. Sehari-harinya ia dikenal sangat baik dan ramah di lingkungannya.

“Kasman merupakan salah satu pengrajin gula kelapa. Saat mengambil air nira yang telah disadapnya, tiba-tiba petir menyambar dirinya. Warga pun membawa Kasman ke rumahnya. Setelah berusaha untuk ditolong, Kasman akhirnya menghembuskan nafas terakhir akibat sambaran petir. Ia dimakamkan di TPU desa setempat,” terang Asep, kepada HR Online.

Sedangkan, satu orang korban tewas lainnya bernama Mulyadi. Petir menyambar ketika korban berteduh di bawah pohon kelapa saat hujan turun deras disertai petir. Perstiwa ini terjadi di sekitar muara Sungai Ciputrapinggan, Blok Tagok, Dusun Bojongkarekes, Desa Babakan, Kabupaten Pangandaran.

Kejadian ini terlihat oleh seorang penyadap kelapa yang juga sedang berteduh di tempat lain. Melihat kejadian itu, warga tersebut kemudian menghampiri korban. Namun, Mulyadi sudah tak lagi bernafas. Warga pun langsung memberitahukan ke warga lainnya yang berdekatan dengan tempat kejadian.

“Pada saat korban sedang menangkap ikan di tepi muara Sungai Ciputrapinggan, hujan turun. Karena hujan, korban pun langsung berteduh di bawah pohon kelapa, dan tiba-tiba petir menyambar pohon kelapa dan mengenai korban yang sedang berteduh di bawahnya,” terang Nana Suryana, salah seorang warga. (Ntang/R3/HR-Online)  

KOMENTAR ANDA