Jeje: Jangan Persoalkan Penamaan KA Pangandaran

Akademisi; Kehadiran KA Pangandaran Harus Disikapi Positif
KA Pangandaran. Foto: Dok. HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyesalkan adanya pihak yang mempersoalkan terkait penamaan Kereta Api (KA) Pangandaran yang memiliki rute Stasiun Banjar-Bandung-Gambir Jakarta. Menurutnya, penamaan KA Pangandaran merupakan bagian dari kepentingan nasional yang bertujuan untuk menggenjot pendapatan negara dari sektor parawisata.

“Jangan mempersoalkan hal-hal yang sepele, seperti mempersoalkan nama KA Pangandaran. Ya betul, kereta itu hanya sampai stasiun Banjar. Tapi pemerintah dan PT KAI menamai KA tersebut tidak gegabah juga. Karena ada kepentingan nasional di dalamnya. Yakni, mempromosikan parawisata Pangandaran yang sudah dirancang untuk dimasukkan ke dalam 10 destinasi wisata unggulan nasional,” ujarnya, kepada Koran HR, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/01/2019).

Menurut Jeje, meski dinamai Kereta Api Pangandaran, namun kereta tersebut bisa dimanfaatkan oleh warga Banjar dan sekitaranya. “Yang penting manfaat dari kereta tersebut bisa dimanfaatkan oleh warga dari berbagai daerah. Meski namanya KA Pangandaran, tetapi tidak diperuntukan bagi warga Pangandaran saja,” ungkapnya. 

Jeje mengatakan, pemerintah saat ini tengah menggenjot pendapatan dari sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pemasukan devisa terbesar. Pangandaran, kata dia, dibidik oleh pemerintah pusat untuk dijadikan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia atau dijadikan destinasi wisata yang mendunia.

“Setiap daerah ditakdirkan memiliki keunggulan dan kelebihannya masing-masing. Namun begitu, apabila sebuah daerah berkembang maju, misalkan maju dari sektor parawisatanya, dipastikan akan berdampak positif juga ke daerah yang berada di sebelahnya. Karena satu daerah ke daerah lain dipastikan ada saling keterikatan dalam hubungaan sosial maupun ekomoninya,” jelasnya.

Jeje mencontohkan, seperti untuk memenuhi kebutuhan pasokan pangan di Pangandaran, semisal ayam dan sayuran, tentu harus dipasok dari daerah lain. Karena di Pangandaran tidak ada produksi peternakan ayam dan pertanian sayuran.

“Begitu juga daerah lain, memiliki kepentingan ke Pangandaran. Seperti banyak daerah tetangga yang membutuhkan pasokan kayu dari Pangandaran. Artinya, antar daerah memiliki keterkaitan sosial maupun ekonomi,” ujarnya. Dengan begitu, kata dia, semua pihak harus memahaminya secara utuh terkait penamaan Keret Api Pangandaran. (Mad/Koran HR)

KOMENTAR ANDA