Jelang Pemilu 2019, Relawan Demokrasi di Banjar Siap Tangkal Berita Hoaks

Sebanyak 15 orang Relawan Demokrasi yang ditugaskan di wilayah Kecamatan Langensari, Kota Banjar, saat menyambangi Kantor Kelurahan Muktisari, untuk bersilaturami dan koordinasi dengan PPS tingkat desa/kelurahan dan pemerintah setempat, di Aula BPP Muktisari, Senin (28/01/2019). Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 55 orangRelawan Demokrasi (Relasi) yang baru dibentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar, pada Kamis (17/01/2019) lalu, mulai bergerak dan siap langsung ‘tancap gas’ ke basisnya masing-masing.

Hal itu terlihat saat sekitar 15 orang Relawan Demorasi yang ditugaskan di wilayah Kecamatan Langensari, Kota Banjar, menyambangi Kantor Kelurahan Muktisari, guna bersilaturami dan koordinasi dengan Panitia Pemilihan Suara (PPS) tingkat desa/kelurahan, seta pemerintah setempat, di Aula BPP Muktisari, Senin (28/01/2019).

Koordinator Relasi Kecamatan Langensari, Nurhasim, menjelaskan, bahwa pihaknya merupakan bagian dari KPU untuk membantu proses kelancaran Pilpres dan Pileg 2019, yang khusus bertugas memberikan sosialisasi dan pendidikan bagi pemilih.

“Kami Relasi siap langsung bergerak demi suksesnya Pemilu 2019. Sebelum melakukan sosialisasi ke basis masing-masing, kita memperkenalkan diri terlebih dahulu ke setiap PPK, PPS termasuk ke pemerintahan kecamatan dan desa maupun kelurahan,” jelasnya.

Lebih lanjut Nurhasim menjelaskan, sosialisasi penting dilakukan agar masyarakat paham dan mengerti mengenai informasi yang benar tentang kepemiluan. Dalam hal ini, Relasi itu menjadi agen of change untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Tak terkecuali siap menangkal isu berita hoaks.

Pada prinsifnya, keberadaan Relasi ini output-nya untuk meningkatkan tingkat partisipasi pemilih di segenap basis yang ada. Juga menjadi bagian ujung tombak menangkal berita-berita hoaks di tengah-tengah masyarakat.

“Isu hoaks yang bisa mengganggu kondusifitas atau suksesnya Pemilu, mesti ditangkal bersama. Makanya warga pemilih atau warganet, jangan mudah percaya akan berita yang belum tentu kebenarannya. Terlebih menyebarkannya kembali di media sosial,” tandasnya.

Nurhasim juga menjelaskan, sosialisasi yang akan segera dilakukannya bakal menyasar pada sebelas basis pemilih, yaitu basis keluarga, pemula, pemuda, perempuan, penyandang disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marginal, komunitas, keagamaan, komunitas demokrasi serta warga internet (warganet).

“Kami tentu secepatnya akan melakukan sosialisasi menuju basis masing-masing, karena kami hanya memiliki waktu 3 bulan. Waktu yang cukup singkat itu kita manfaatkan semaksimal mungkin agar partisipasi pemilih nanti bisa bertambah atau meningkat,” ujarnya.

Disinggung soal keindependenan Relasi, Nurhasim menegaskan, ia bersama rekan Relasi lainnya akan menjunjung tinggi netralitas karena menjadi bagian dari KPU yang posisinya sebagai penyelenggara Pemilu.

“Sebagai bagian dari penyelenggara Pemilu, jelas kita harus netral. Seandainya kami tidak netral, ya siap dengan konsekwensinya. Pokoknya kita fokus saja untuk suksesi Pemilu, dan bagaimana menekan angka golput pemilih, khususnya di Kota Banjar dalam Pemilu 2019,” tandas Nurhasim.

Sementara itu, Ketua PPS Muktisari, Renato, dan Ketua PPK Langensari, Eman Sulaeman, mengakui bahwa dengan adanya Relasi akan sangat membantu pihaknya dalam upaya melakukan pendidikan pemilih, dan sosialisasi tahapan Pemilu di sebelas basis pemilih di wilayah kerjanya.

“Keberadaan Relasi dengan sinergitasnya bersama PPS dan PPK, tentu akan bisa lebih menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Pemilu 2019. Kita wujudkan pemilih yang cerdas di Kota Banjar ini,” kata Eman. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA