Kembangkan Super App, Rumah Sahabat Desa Ciptakan Masyarakat Melek Finansial

Aplikasi Rumah Sahabat Desa. Foto: Muhafid/HR

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),- Rumah Sahabat Desa melihat keberadaan desa memiliki potensi pasar yang sangat besar, namun belum tersentuh lebih jauh hingga saat ini.

Menurut CEO Rumah Sahabat Desa (RSD) yang juga Direktur Utama PT Danarta Sejahtera Saudara (PT DSS), Teguh Aaron Muir Hendrata, bahwa jumlah masyarakat saat melakukan transaksi pada Hari Belanja Online (Harbolnas) tahun 2018 lalu terbilang belum mengalami peningkatan, meski secara nilai transaksinya meningkat, yakni mencapai Rp 6,8 triliun dibanding tahun 2017 lalu yang mencapai Rp 3,1 triliun.

“Sedangkan kebutuhan harian atau Marketshare Fast Moving Consumer Goods (FMCG) e-commerce saat ini, baru mencapai 3,6 persen saja, sedangkan 96,6 persen belum tersentuh. Ini artinya masih ada peluang besar untuk kita kembangkan,” kata Aaron dalam peresmian RSD di Univesitas Kuningan, Kamis (17/01/2019) kemarin.

Direktur Utama PT DSS yang juga CEO Rumah Sahabat Desa, Teguh Aaron Muir Hendrata. Foto: Muhafid/HR

Melihat peluang itu, ia bersama perusahaannya optimis bisa meraih potensi pasar di desa. Bahkan, dengan berbagai mitra yang telah digandeng, termasuk para anggota RSD yang telah mendapatkan program literasi finansial di 12 kota/kabupaten yang ada di Indonesia.

Aaron menjelaskan, jika kondisi masyarakat di desa masih banyak kendala untuk melakukan belanja secara online lantaran koneksi internet yang kurang mendukung, maupun banyak orang yang belum memiliki email untuk membuat akun marketplace. Apalagi kepercayaan masyarakat untuk belanjar sistem daring belum begitu besar. Tak hanya itu, kepemilikan rekening di bank pada masyarakat di desa juga masih belum merata. Sehingga, untuk mengembangkan masyarakat di desa menjadi terhambat.

Kendati demikian, ia yakin telah memiliki pola agar masyarakat bisa lebih melek terhadap finansial secara baik. Ditambah RSD yang merupakan hasil gagasannya itu merupakan salah satu platform bagi Bank BCA yang digandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).

“Ke depannya, kita akan mengembangkan lagi RSD ini sebagai Super App yang mana bisa menjadi jawaban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di desa. Dan kami pun akan bekerjasama dengan berbagai pengembang nantinya,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA