KPU Pangandaran Umumkan Relawan Demokrasi Terpilih

Tim seleksi Relawan Demokrasi dari KPU Pangandaran. Foto: Ceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Setelah melalui tahapan tes wawancara pada Kamis (17/01/2019) kemarin, akhirnya tim seleksi KPU Pangandaran mengumumkan 55 orang yang terpilih dari 158 orang pendaftar Relawan Demokrasi (Relasi) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran.

Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Pangandaran, Maskuri Sudrajat, mengatakan, sebanyak 55 orang telah lolos seleksi tes wawancara, dan akan segera dilantik.

“Pelantikan dan sekaligus pengukuhan rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 26 Januari mendatang,” kata Maskuri kepada HR Online, Sabtu (19/01/2019).

Relawan Demokrasi yang terpilih akan mewakili kecamatannya masing masing, lanjut Maskuri, yaitu Kecamatan Langkaplancar 7 orang, Padaherang 7 orang, Cimerak 6 orang. Sementara Parigi, Cijulang, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Cigugur dan Mangunjaya masing masing 5 orang. Adapun nama-nama peserta terpilih, kata Maskuri, bisa diunduh di website KPU Kabupaten Pangandaran.

Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, mengatakan, Relawan demokrasi bertugas mensosialisasikan tentang kepemiluan ke berbagai komunitas, di antaranya pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, penyandang disabilitas. Kemudian, basis pemilih keluarga, basis pemilih berkebutuhan khusus, pemilih marginal, komunitas, keagamaan dan warga internet (Warganet).

“Dengan adanya relawan demokrasi ini diharapkan bisa mengajak masyarakat untuk menyadari betapa pentingnya menyalurkan hak pilihnya,” pungkasnya.

Sementara salah seorang Relawan Demokrasi yang lolos tes wawancara, Syamsul Ma’arif, mengatakan, dirinya sebagai Relawan Demokrasi berkewajiban mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya menyalurkan hak suaranya dalam Pemilu mendatang.

“Jangan sampai kesempatan untuk menentukan pemimpin di Indonesia dan menentukan wakil rakyat disia-siakan. Sebab, pemilu yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang akan menentukan nasib ribuan, bahkan jutaat rakyat Indonesia selama 5 tahun ke depan,” ujarnya. (Ceng/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA