Monyet di Astana Gede Ciamis Berubah Galak & Liar

Pintu masuk Astana Gede Kawali. Foto: Net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Minimnya ketersediaan makanan di kawasan Situs Astana Gede Ciamis membuat kawanan monyet kerap masuk warung dan mengejar-ngejar pengunjung. Kondisi itu membuat pengunjung menjadi tidak nyaman. 

Yanti (32), pengunjung, asal Tasikmalaya, ketika ditemui Koran HR, Minggu (13/01/2019), mengatakan, beberapa tahun silam sebelum adanya kawanan monyet, berkunjung ke Situs Astana Gede Ciamis sangat nyaman.

“Sehingga betul-betul bisa merasakan kesejukan dan menikmati suasana alam di Situs Astana Gede.  Namun setelah adanya monyet, berubah menjadi takut, sebab kawanan monyet yang ada di sekitar situs galak dan liar,” katanya.

Untungnya waktu itu, kata Yanti, dia berhasil mengusirnya menggunakan ada batu-batu kecil yang ada di lokasi. Yanti menduga, penyebab kawanan monyet galak dan liar karena minimnya ketersediaan makanan.

“Sehingga, pengunjung yang menenteng makanan langsung dikejar kawanan monyet,” katanya.

Iyus, warga sekitar, ketika ditemui Koran HR, Minggu (13/12/2019), membenarkan, tidak adanya ketersediaan makanan di sekitar situs juga membuat kawanan monyet menggasak dan merusak tanaman pertanian milik warga.

“Terkadang masuk juga ke warung mengambil makanan atau barang dagangan,” katanya.

Menurut Iyus, hal itu terjadi karena kawanan monyet dalam kondisi lapar. Meski demikian, warga tidak bisa berbuat apa-apa karena takut jika tiba-tiba kawanan monyet itu menyerang dan mencelakai.

Eman, jupel Situs Astana Gede, ketika ditemui Koran HR, Minggu (13/0/2019), membenarkan, kawanan monyet di Astana Gede Kawali menjadi galak dan liar. Menurut dia, waktu jumlahnya masih sedikit, monyet-monyet terlihat sangat bersahabat.

Akan tetapi setelah populasinya bertambah, suasananya menjadi berubah. Selain kerap mencuri barang dagangan, monyet-monyet tersebut terkadang mengejar pengunjung. Kalau hal ini terus dibiarkan terjadi, dikhawatirkan minat pengunjung ke Situs Astana Gede berkurang.

Menyikapi hal itu, Eman berharap ada solusinya dari pihak pemerintah atau dinas terkait. Eman juga menyarankan agar pengunjung tidak menenteng atau memperlihatkan makanan saat berkunjung ke Astana Gede Kawali. (Dji/Koran HR)