Pemasangan Liar APK di Banjar Timbulkan Polusi Visual

Salah satu Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang di pinggir sungai mengalami roboh dan dibiarkan begitu saja. Foto: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Selama masa kampanye Pemilu 2019 ini, baik Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres), tampak begitu banyak Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang di berbagai titik lokasi. Tak hanya di lokasi strategis, di berbagai pelosok hingga tempat paling sepi pun tak luput dari pemasangan APK sebagai media sosialisasi calon.

Pantauan Koran HR di sejumlah lokasi, Selasa (22/01/2019), APK yang dipasang para calon maupun timnya begitu beragam di sepanjang jalan. Bahkan, sebagian ada yang dipasang di bibir sungai maupun tempat lainnya. Sementara itu, di musim penghujan banyak APK yang roboh dan berserakan hingga meimbulkan pemandangan yang tak sedap di mata.

Asep, salah seorang warga, mengatakan, keberadaan APK yang semakin banyak saat masa kampanye Pemilu 2019 ini, membuat pemandangan di berbagai sudut kota maupun di pedesaan semakin semrawut.

“Hampir semua sudut, belokan jalan, gang, jembatan hingga kuburan pun dipasang APK. Memang itu hak-hak mereka, tapi sangat disayangkan memasangnya begitu liar. Apalagi yang asal pasang dan asal tancap di pinggir jalan. Padahal, kalau kita cermati banyak juga yang tidak sesuai dengan aturan,” tuturnya, kepada Koran HR, Selasa (22/01/2019).

Karena kondisi itu, Asep berharap pemerintah bisa lebih tegas untuk menertibkan APK yang dipasang di sembarang tempat, apalagi yang berpotensi membahayakan maupun mengotori lingkungan.

Ia mencontohkan, APK yang dipasang di pinggir sungai banyak yang roboh, bahkan hanyut ke sungai. Karena hal itu, secara otomatis sungai pun menjadi tercemari oleh APK tersebut.

“Itu contoh kecil saja, begitu juga di tempat lain. Kita harap pemerintah tegas, penyelenggara Pemilu juga harus berperan aktif mensosialisasikan pemasangan APK yang sesuai aturan dan tidak menimbulkan polusi visual,” kata Asep.

Pendapat serupa juga dikatakan Tohir, warga lainnya. Menurut dia, setiap momen Pemilu seolah-olah menjadi sarana untuk membuat pemandangan kota menjadi tak karuan. Padahal, seharusnya momen seperti ini bisa dijadikan sarana berlomba kreatifitas dan inovasi untuk menarik perhatian masyarakat.

“Saya kira, meskipun dibatasi pemasangan APK-nya dan dilaporkan ke penyelenggara Pemilu, namun dengan penempatan yang liar ini tentunya menjadi persoalan. Seharusnya, kita bersama-sama saling memahami bagaiamana menjaga agar pemandangan kota tetap asri,” kata Tohir. (Muhafid/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA