Petani Pohat Ciamis Inginkan Akses Jalan Pertanian

Sejumlah petani di Dusun Pohat, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari , Kabupaten Ciamis. Foto: Heri/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejumlah petani di Dusun Pohat, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari , Kabupaten Ciamis, memintah pemerintah membuatkan akses jalan menuju areal pertanian di wilayah tersebut. Pasalnya sampai sekarang pembangunan akses jalan pertanian sepanjang 1 kilometer di wilayah itu belum terealisasi. 

Kiki Rahman (28), petani Pohat, ketika ditemui Koran HR, beberapa waktu lalu, mengungkapkan, warga terpaksa membuat jalan sendiri saat ingin mengangkut hasil pertanian. Hal itu dilakukan untuk mengurangi biaya operasional mengangkut hasil panen. 

Menurut Kiki, pembukaan akses jalan yang dilakukan sejumlah petani itu merupakan bentuk protes sekaligus tuntutan kepada pemerintah. Intinya, petani ingin menekan biaya operasional angkutan hasil panen.

“Soalnya kalau tidak ada jalan ini, biaya tenaga angkut mahal. Karena hasil panen padi harus dipikul sejauh kurang lebih 100 sampai 300 meter. Jadi hasil petani yang minim masih dikurangi biaya tenaga angkut,” ujarnya.

Riki menuturkan, pembukaan akses jalan desa menuju sawah dilakukan dengan gotong-royong. Selama ini, ketika ingin mengangkut hasil panen, petani harus menggunakan jasa tukang pikul atau kendaraan khusus yang dimodifikasi.

“Ini akses jalan satu-satunya ke sawah. Kalau jalan tidak dibangun dengan akses yang baik, akibatnya menghambat aktifitas petani,” ungkapnya.

Kepala Dusun Pohat, Sudin, ketika ditemui Koran HR, membenarkan, petani di wilayahnya sangat menginginkan akses jalan pertanian untuk mempermudah mengangkut hasil panen. Menurut dia, akses jalan yang sekarang digunakan merupakan hasil gotong-royong warga.

“Kondisinya jalan tanah. Bila hujan jalannya menjai licin. Ini akses sementara untuk memudahkan petani mengangkut hasil panen,” katanya.

Sudin mengungkapkan, saat musim panen tiba, kondisi jalan tanah tersebut sangat semrawut. Karena petani menggunakan jasa angkut motor trabas yang dimodifikasi khusus masuk ke sawah. Sebab jika menggunakan jasa kuli, akan memakan waktu dan biaya.    

“Jika ada pembukaan jalan pertanian berupa jalan gift atau cor batu, pasti akses bagi petani akan lebih mudah lagi,” katanya. (Heri/Koran HR)

KOMENTAR ANDA