PMII STAIMA Banjar Gelar RTK ke-7 dan Haul Gus Dur

Puluhan kader PMII Komisariat STAIMA Kota Banjar, saat berfoto bersama di sela-sela kegiatan RTK. Foto: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Puluhan kader Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAIMA Banjar, mengikuti Rapat Tahunan Komisariat (RTK) ke-7 yang berlangsung di aula kampus STAIMA, Selasa (15/01/2019).

Dalam kegiatan yang membahas soal ide dan gagasan para kader untuk PMII ke depan, serta pergantian kepengurusan di level kampus tersebut, para kader juga secara simbolis memperingati Haul Gus Dur dengan melakukan pemotongan tumpeng.

Ketua Komisariat PMII STAIMA demisioner, Rozaq Robbani, mengatakan, RTK tersebut merupakan wahana para kader PMII untuk menyampaikan berbagai gagasan serta ide, untuk dilaksanakan ke depannya. Selain itu, kesempatan itu juga menjadi ajang evaluasi kepengurusan sebelumnya.

“Selanjutnya adalah pemilihan pimpinan baru. Dengan adanya kegiatan tahunan seperti ini, diharapkan bisa menjadi semangat para kader untuk tetap bisa menjalankan amanat organisasi, berkontribusi terhadap kampus serta daerah Kota Banjar. Apalagi sebagai agen off change, kita memiliki tanggungjawab yang bukan hanya di akademik saja, tetapi juga di bidang sosial,” jelasnya.

Ketua PMII Kota Banjar terpilih, Irfan Ali Sya’bana, mengatakan, PMII Kota Banjar dari waktu ke waktu terus mendapatkan tantangan tersendiri di setiap kepengurusannya. Baik secara internal maupun eksternal.

“Meski begitu, kita tetap berpegang teguh agar roda organisasi tetap berjalan dengan baik. Apalagi dalam rangka membentengi para mahasiswa dari ideologi-ideolgi yang tidak sesuai dengan Negara kita,” tandas Irfan.

Di tempat yang sama, Ketua PMII Komisariat STAIMA Banjar terpilih, Awwal Muzakki, menambahkan, tugas mahasiswa bukan hanya sekedar di bidang akademik saja, namun ada tanggungjawab sosial yang perlu menjadi pemikiran bersama.

Pasalnya, ketika peran mahasiswa terhadap masyarakat nihil, maka ia meyakini akan terjadi ketimpangan sosial yang tidak diharapkan. Maka dari itu, semangat mahasiswa untuk terus digerakkan supaya mereka bermasyarakat.

“Kita sadar, setelah kita kuliah, kita akan dihadapkan langsung dengan masyarakat, dan saat ini adalah sarana latihannya. Melalui berbagai program nanti, mudah-mudahan potensi yang ada di mahasiswa bisa digali demi masa depan bersama,” kata Muzakki. (Muhafid/Koran HR)

Loading...