RSUD Pangandaran Diproyeksikan jadi RS Pendidikan

Rapat pembahasan RSUD Pangandaran di ruang kerja Bupati Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pemkab Pangandaran menggelar rapat bersama sejumlah kepala dinas guna membahas regulasi kebijakan daerah terkait kelembagaan RSUD Pangandaran.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan, RSUD Pangandaran ditargetkan Januari tahun 2020 sudah bisa berjalan dengan awal kategori C.

“Nanti struktur organisasinya akan diisi oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Selain itu kita juga akan bekerjasama dengan Unpad, termasuk SDM tenaga medis akan dibentuk pokja serta semua yang berkaitan teknis akan dievaluasi tiap minggu,” jelasnya kepada HR Online, Rabu (30/01/2019).

Pasca pekerjaan fisik selesai, lanjut Jeje, alat kesehatan juga akan diisi dan anggarannya pun sudah disiapkan Kemenkes sebesar Rp 55 miliar yang mana akan Kerja Sama Operasional (KSO) dengan Unpad serta pihak ketiga.

“Rumah Sakit ini nanti kerjasama dengan Unpad untuk Pendidikan dokter-dokter praktek, dan pengobatan lanjutan masyarakat menengah ke bawah yang memiliki jaminan kesehatan seperti biasa,” pungkas Jeje. 

Sementara itu, Sekda Kab Pangandaran, Mahmud, mengatakan, bahwa untuk pengisian kelembagaan harus sesegera mungkin diisi.

“Sejak awal efisiensi, efektifitas pengisian pegawai secepatnya harus segera diisi, lebih baik secara maraton. Minimal untuk mengisi kelembagannya terlebih dahulu,” singkat Mahmud. 

Sementara itu Asisten Daerah 2 Bidang Administrasi umum, Suheryana, mengatakan, dalam kesempatan ini RSUD Pangandaran untuk sementara arahnya ke rumah sakit tipe C dulu baru akan diarahkan ke rumah sakit Pendidikan.

“Keuntungan RS Pendidikan di antaranya dapat bekerjasama dengan universitas pengembangan pelayanan publik, universitas dapat menempatkan tenaga kesehatan, universitas juga dapat berpartisipasi dalam hal anggaran juga,” pungkas Suheryana. (Mad/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA