Sejarah Pasir Goong di Ciamis yang Diyakini Peninggalan Kerajaan Kawasen

Bebatuan di Pasir Goong yang diyakini salah satu peninggalan Kerajaan Kawasen. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pasir Goong merupakan salah satu wilayah yang terdapat di Dusun Pasir Jengkol, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang dikenal oleh masyarakat sekitar dan para sesepuh memiliki cerita tersendiri, bahkan masih bertahan sampai saat ini. Kejadian aneh di lokasi tersebut berupa suara mistik yang terkadang membuat bulu kuduk berdiri.

Menurut keterangan warga sekitar, nama Pasir Goong berasal dari kata gong yang mengistilahkan sebuah sebuah suara yang keluar dari suatu alat. Meski masih menjadi misteri, namun para sesepuh terdahulu menamakan daerah tersebut sebagai Pasir Goong.

Haer Rizal, salah satu tokoh kesepuhan Desa Cibadak, menceritakan, tempat tersebut merupakan salah satu daerah bagian dari Kerajaan Kawasen. Lokasi tersebut dahulu dikenal sebagai tempat pentas hiburan rakyat pada waktu itu.

“Dulunya wilayah ini tempat Kerajaan kawasen mengadakan pentas hiburan bagi rakyatnya. Meski kami hanya mengetahui tradisi lisan secara garis besarnya saja, namun kami selaku putra daerah asli Kawasen mempercayai jika wilayah ini bagian dari Kerajaan Kawasen,” tuturnya, Kamis (10/01/2019).

Selain soal wilayah, lanjut Haer, daerah tersebut juga terdapat fenomena aneh yang mana sampai saat ini masih terjadi, yakni munculnya suara gamela yang disusul suara gong. Kemunculan suara tersebut biasanya tidak lama kemudian bakal terjadi sesuatu, yakni berupa bencana, baik banjir maupun angin serta kejadian lainnya.

“Jadi, jika ada suara gamelan dan juga gong di sini, itu tandanya akan terjadi suatu bencana. Meski begitu, warga sekitar tidak ada yang tahu sumber suara gong tersebut berasal, karena sering pindah-pindah. Sama halnya juga dengan kemunculan cahaya bola api yang selalu begitu,” jelasnya lagi.

Di Dusun Cibeureum Desa Cibadak, lanjut Haer, juga terdapat tumpukan batu cadas yang tertumpuk rapih, seperti halnya hasil buatan tangan manusia. Karena itu, warga sekitar mempercayainya batu-batu tersebut adalah salah satu bukti peninggalan zaman Kerajaan Kawasen.

Sementara itu, Kepala Desa Cibadak, Olis Nurholis, mengatakan, fenomena suara serta beberapa batu yang tersusun rapih di wilayahnya itu hampir mirip dengan tumpukan candi. Selain ukurannya sama, yakni persegi panjang dengan panjang 70 cm, lebar 40 cm dan tebal 10-20 cm.

“Dulunya batu batu ini sangat banyak sekali dan berbentuk bukit. Namun seiring berjalannya waktu, batu-batu di sini banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk berbagai kebutuhan, apalagi batunya menarik dan sudah rapih. Saya juga yakin jika ini adalah peninggalan Kawasen sebagai tempat hiburan, kalau saat ini mungkin alun-alun. Maka dari itu, kita berencana mengungkap batu ini dengan mendatangkan ahli arkeologi. Minimalnya kita bisa tahu ini batu apa dan sejarahpun bisa terungkap,” pungkasnya. (Suherman/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA