Tahun 2018-2019, Dinas PUPRPKP Banjar Tingkatkan Jalan Poros Dalam Kota

Salah satu jalan poros dalam kota yang meliputi jalur penghubung Kelurahan Pataruman-Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman. Foto: Nanang/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Jalan poros dalam kota yang meliputi jalur penghubung Kelurahan Pataruman-Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, dan Kelurahan Bojongkantong-Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, terus ditingkatkan oleh Dinas  PUPRPKP Banjar. Pasalnya, jalur tersebut dapat dijadikan jalan alternatif ketika jalan nasional Jabar-Jateng tidak dapat dilalui.

Seiring dengan hal itu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kota Banjar, melalui Bidang Bina Marga, pada tahun 2018 telah melaksanakan pembangunan lanjutan untuk pengerjaan pelebaran jalur jalan poros dalam kota tersebut.

Kepala Dinas PUPRPKP Banjar, Ir. H. Edi Djatmiko, melalui Kabid. Bina Marga, H. Agus Saparudin, ST., mengatakan, Jalan Banjar-Langensari yang semula lebarnya hanya 4,5 meter, kini telah diperlebar menjadi 6 meter dengan panjang 11.683 meter.

“Itu salah satu jalan poros dalam kota yang kami tingkatkan di tahun 2018 ini. Sebelumnya, atau di tahun 2017 pun, jalan sambungannya yang berada di wilayah Kelurahan Muktisari diperlebar,” terang Agus, kepada HR, saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (21/12/2018).

Kemudian, lanjut Agus, di tahun 2019 kembali akan dilanjutkan pengerjaannya, karena masih tersisa 700 meter lagi untuk pelebaran di jalur jalan tersebut. Yang mana jalan poros dalam kota itu sewaktu-waktu bisa dijadikan jalan alternative jika jalan nasional Jabar-Jateng tak dapat dilalui.

Untuk itu, Dinas PUPRPKP Kota Banjar selain melakukan pelebaran, juga akan terus melaksanakan pemeliharaan jalan alternative di wilayah tersebut. “Semua itu tentunya bertujuan sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan serta kelancaran lalu lintas,” kata Agus.

Sebagaimana konsep pengembangan Kota Banjar ke arah Kecamatan Langensari, di mana Langensari sebagai kota keduanya Banjar itu terdapat pusat kegiatan olahraga, yakni Sport Center Langensari, dan juga kini berdiri Rumah Sakit type D yang akan segera beroperasi.

“Keberadaan Sport Center dan RSUD Langensari itu perlu ditopang akses jalan yang memadai, terlebih rencana ke depan di Kecamatan Langensari akan dibangun terminal agro,” jelas Agus. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA