Tempati Gedung Baru, SDN 2 Muktisari Banjar Minim Fasilitas

Acara syukuran dan gunting pita dalam peresmian gedung baru SDN 2 Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Ratusan siswa SDN 2 Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, akhirnya sudah bisa menempati gedung baru yang lokasinya berada di sebelah Barat Tempat Pemakamam Umum (TPU), atau bersebelahan dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Gedung sekolah itu sebagai pengganti dari dampak tergusurnya pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama.

Penempatan gedung baru sekolah tersebut ditandai dengan acara syukuran dan gunting pita oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banjar, H. Dahlan, disaksikan segenap guru, orang tua serta para siswa.

Acara syukuran dan peresmian yang digelar hari Kamis (03/01/2019) lalu, juga dihadiri seluruh Kepala SDN yang ada di wilayah Kecamatan Langensari, Camat Langensari dan Lurah Muktisari.

Meski sudah ditempati, namun gedung baru SDN itu masih perlu sentuhan lebih lanjut. Pantauan Koran HR di lokasi, tampak terlihat halamannya masih gersang. Bahkan, terdapat kolam yang harus segera diurug untuk menjaga keselamatan siswa.

Selain itu, fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) juga masih minim, seperti jumlah RKB yang tidak memadai atau tak seperti gedung semula, serta banyak meja kursi yang sudah tak layak pakai karena termakan usia.

Kondisi tersebut diakui Kepala SDN 2 Muktisari, Aleh. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa, fasilitas KBM di sekolahnya, seperti meja dan kursi masih menggunakan yang lama.

“Syukur alhamdulilah, kita guru dan siswa sudah pindah menempati bangunan baru ini. Tapi fasilitas yang ada, seperti meja dan kursi, masih yang lama atau sudah banyak yang rusak,” ungkapnya.

Termasuk halaman sekolah yang ada saat ini masih banyak yang perlu dibenahi atau dilakukan perbaikan lebih lanjut. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah kota melalui dinas terkaitnya, memperhatikan apa yang masih dibutuhkan oleh pihaknya, untuk menunjang kelancaran proses kegiatan belajar mengajar.

Meski minim fasilitas penunjang aktivitas belajar mengajar, namun pihaknya tetap menjadikan barokah dan dijadikan motivasi kerja lebih baik lagi di gedung sekolah yang barunya ini. “Semoga kami segenap guru tetap semangat dan jadi motivasi kerja lebih baik lagi,” ucap Aleh.

Sementara itu, menyikapi masih minimnya fasilitas di SDN tersebut, Kadisdikbud Kota Banjar, H. Dahlan, berjanji kalau pihaknya siap menyokong upaya sentuhan atau perbaikan lebih lanjut.

“Tentu akan ada pekerjaan lebih lanjut. Untuk sementara ini maksimalkan saja sarana dan prasarana yang ada dulu, jangan sampai mengganggu KBM. Semoga kekurangan yang ada segera terpenuhi, dan itu bisa dilakukan secara bertahap,” katanya.

Untuk itu pula, pihaknya meminta kepada SDN tersebutuntuk mendata sarana penunjang apa saja yang dibutuhkan, lalu dituangkan dalam perencanaan. Karena, untuk menjadi sekolah yang baik sebagaimana SOP pendidikan atau peningkatan akreditasi adalah dibutuhkan sebuah grand desain.

“Kami ingin SD ini jadi sekolah unggulan di Kota Banjar. Terlebih dilihat luasnya kawasan, bisa dijadikan pula sekolah yang berbasis lingkungan. Tentunya para pengajar di sekolah ini harus mampu berinovasi,” tandas Dahlan.

Ia juga menilai, SDN ini dapat disinergikan dengan akan banyaknya program atau konsep pengembangan pendidikan di Kota Banjar, yang muaranya pada pogram Banjar Pintar. Beberapa program yang akan digulirkan itu diantaranya program Siswa Mencintai Sekolah (SMS), di mana siswa selama 9 menit sebelum mengikuti belajar, terlebih dahulu melakukan bersih-bersih halaman dan menata pot taman sekolah.

“Lalu, ada program Pagi Ceria Religi, yakni siswa diajarkan shalat dhuha dan membaca Al-Qur’an bersama. Bagian program pendidikan itu tiada lain untuk membangun karakter kepribadian siswa. Bukan hanya cerdas secara akademisi, tetapi penting siswa memiliki edukasi lainnya,” pungkas Dahlan. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA