17 Hari Dinyatakan Hilang, Jasad Kakek Tua Ditemukan Sudah Jadi Tulang Belulang

Jasad Anan (78), seorang kakek tua warga Dusun Cilemor RT 01/RW 12 Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat ditemukan sudah jadi mayat dengan kondisi jasadnya sudah membusuk dan menjadi tulang belulang di sebuah hutan atau tepatnya di Dusun Cililitan RT 09/RW 04 Desa Karanganyar, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Minggu (03/02/2019). Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Setelah 17 hari dinyatakan hilang, Anan (78), seorang kakek tua warga Dusun Cilemor RT 01/RW 12 Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi jasadnya sudah membusuk dan menjadi tulang belulang di sebuah hutan atau tepatnya di Dusun Cililitan RT 09/RW 04 Desa Karanganyar, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Minggu (03/02/2019).

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Hendra Virmanto, mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Agus (40), seorang pemburu yang tengah berburu hewan di kawasan hutan tersebut. Kemudian saksi langsung memberitahukan temuannya kepada warga setempat.

“Karena memang ada warga setempat yang kehilangan anggota keluarganya. Ketika ada temuan itu, warga yang didampingi saksi langsung menuju ke tempat penemuan mayat,” ujarnya, kepada HR Online, Senin (04/02/2019).

Setelah dilihat dari ciri pakaian dan jasad korban, kata Hendra, ternyata menunjukan sosok warga setempat yang sudah dua minggu lebih dinyatakan hilang. Hal itu diperkuat oleh kesaksian anggota keluarganya yang memastikan bahwa jasad itu adalah kakek Anan.

Hendra menjelaskan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarganya, korban yang usianya sudah renta itu ternyata ingatannya sudah pikun. Selain itu, korban pun memiliki riwayat penyakit struk.

“Diduga korban memaksakan pergi ke kebun tanpa sepengetahuan keluargannya. Karena kondisi kesehatannya sudah memiliki riwayat penyakit struk ditambah usianya sudah renta, membuat korban tidak bisa pulang dan akhirnya tidak bisa bertahan hidup,” ungkapnya.

Saat korban dinyatakan hilang, terang Hendra, pihak keluarga dan warga setempat sempat melakukan pencarian. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil dan akhirnya korban ditemukan sudah menjadi mayat. “Pihak keluarga meyakini bahwa korban meninggal akibat tidak bisa bertahan hidup ketika nyasar di hutan. Dengan begitu, pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai takdir,” pungkasnya. (R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA