Aktivis PMII Banjar Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu 2019

Ilustrasi Pemilu. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Sejumlah aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, mengajak para mahasiswa maupun masyarakat untuk mensukseskan Pemilu 2019, dengan memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing. Baik memilih Capres dan Cawapres, calon DPR RI, calon DPRD provinsi, calon DPRD kabupaten/kota, maupun DPD.

Ketua PMII Kota Banjar, Irfan Ali Sya’bana, mengatakan, ajakan dari PMII tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, nasib bangsa ke depan salah satunya ditentukan oleh para pemimpin serta wakil rakyat yang akan dipilih nanti. Untuk itu, tidak memilih atau istilahnya golput, sangat tidak dianjurkan, apalagi hal itu tidak diharapkan oleh penyelenggara Pemilu.

“Bagaimana suara kita akan didengar jika kita saja enggan memberikan suaranya untuk calon pemimpin kita. Maka dari itu, khususnya para pemilih pemula maupun pemilih muda, kita selalu ajak agar mereka bisa lebih cerdas dalam pesta demokrasi tahun ini,” jelasnya, kepada Koran HR, di sela-sela kegiatan diskusi di Sekretariat PMII, Selasa (05/02/2019).

Irfan menambahkan, keberadaan mahasiswa yang didominasi pemilih pemula dan pemilih muda ini sangat penting mendapatkan pengetahuan politik, serta informasi kepemiluan. Hal ini tentu menjadi tugas bersama, jadi bukan hanya penyelenggara saja, agar angka golput dari kalangan muda bisa ditekan.

“Selain itu, mendekati waktu pelaksanaan kondisi perpolitikan pun semakin panas. Kita juga selalu ajak anggota kita dan mahasiswa lainnya, agar jangan sampai terpengaruh dengan politik uang atau kampanye hitam. Kita sebagai mahasiswa memang harus netral,” tandas Irfan.

Hal serupa dikatakan Ketua Kopri Kota Banjar, Efa Nurafifah. Menurutnya, pelaksanaan Pemilu yang semakin dekat ini diharapkan semua pihak saling mengingatkan akan waktu pelaksanaan pesta demokrasi tersebut, dan tetap menjaga kondusifitas. Pasalnya, gesekan isu-isu dari para calon yang digulirkan kerap membuat masyarakat justru semakin antipati.

“Dari kondisi seperti ini tentu menjadi catatan kita semua, agar pada pelaksanaan Pemilu nanti berjalan lancer. Masyarakatnya tidak terhasut oleh berita hoaks ataupun yang mengandung unsur provokatif dan SARA,” harap Efa. (Muhafid/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA