Berkat Crispy Rumput Laut, Ibu di Pangandaran Ini ‘Keluar’ dari PKH

Crispy Rumput Laut KPM PKH Kabupaten Pangandaran. Foto: Aceng

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com) – Ani Tarsini, warga Dusun Bagolokolot, RT 13, RW 07, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, berhasil mandiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pangandaran setelah produknya, crispy rumput laut menembus pasar wisata.

Ani Tarsini merupakan salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang memiliki usaha rumahan sejak tahun 2017 dengan memproduksi crispy rumput laut.

Ani bekerjasama dengan suaminya yang bertugas mengambil rumput laut, sementara Ani mengolahnya menjadi crsipy rumput laut. Setiap harinya mereka menghasilkan 4 kilogram crispy rumput laut yang dikemas menjadi 82 bungkus. Crispy rumput laut tersebut dijual Ani dengan harga 5 ribu rupiah per bungkus.

“Pemasarannya, kami banyak dibantu oleh pendamping PKH dan bekerjasama juga dengan pihak desa,” kata Ani.

Produk crispy rumput laut buatan Ani, kini bahkan banyak dijadikan oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran. “Produk kami kini dipasarkan di Owen Centra Oleh-oleh, Toko Modern Quick Mart dan toko-toko kuliner di lokasi wisata,” terang Ani.

Ani mengakui selama ini banyak terbantu dengan arahan para pendamping PKH. “Selama menjadi KPM PKH banyak pengetahuan yang didapat, diantaranya memaksimalkan potensi sumber daya alam,” kata Ani.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Koordinator PKH Kabupaten Pangandaran, Ajat Sudrajat mengatakan keberhasilan Ani dengan crispy rumput laut merupakan salah satu contoh keberhasilan PKH di Pangandaran.

“Kami, bukan hanya menyalurkan bantuan keuangan, tetapi kami pun berusaha mengubah tarap ekonomi masyarakat miskin,” kata Ajat pada HR Online, Selasa (19/02/2019).

Upaya yang dilakukan PKH, kata Ajat, selain memberikan pendidikan tentang produksi suatu produk juga memberikan arahan cara memasarkan produk yang dihasilkan KPM PKH. dengan memberikan arahan dan bimbingan agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi.

“Kami memberikan arahan kepada KPM PKH cara memasarkan produk yang telah diproduksi, sehingga bernilai ekonomi,” kata Ajat.

Ajat menambahkan kini pola pikir KPM PKH di Pangandaran sudah mulai terbuka berkat bimbingan pendamping PKH di lapangan. Karena itu, banyak KPM PKH yang mengundurkan diri secara mandiri.

“Banyaknya KPM PKH yang mengundurkan diri secara mandiri merupakan keberhasilan bagi kami bersama,” pungkasnya.(Ceng2/R7/HR-Online)

KOMENTAR ANDA