Bupati Tolak Pemasangan Kembali Bendera NU di Tolgate Pangandaran

Ilustrasi. Foto: Net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata menolak permintaan PCNU Kabupaten Pangandaran untuk memasang kembali Bendera Nu di Tolgate Pangandaran. Hal ini disampaikan Jeje saat menerima Ketua Pimpinan Cabang Nu Pangandaran, Fauzan Azis Muslim bersama kader NU lainnya di rumah dinasnya, 25 Februari 2019 lalu.

Kedatangan ketua PCNU Pangandaran tersebut terkait pencabutan bendera NU di Kabupaten Pangandaran. Fauzan Azis Muslim bersama anggota lainnya yang hadir meminta Jeje, selaku Bupati Pangandaran untuk memasang kembali bendera NU. Bendera tersebut tadinya dipasang menjelang kedatangan Ma’ruf Amin, calon wakil presiden nomor urut 01 yang rencananya hari ini, Rabu, 27 Februari 2019, akan berkunjung ke Kabupaten Pangandaran.

Namun, dalam pertemuan tersebut Bupati Pangandaran tetap tegas menolak untuk memasang kembali bendera NU. “Di sepanjang taman dan jalur tolgate itu harus bersih dan terbebas dari segala atribut bendera, termasuk bendera parpol pun tidak boleh,” kata Jeje.

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Kepala Satpol PP Pangandaran, Irwansah yang mengatakan sepanjang taman yang ada di wilayah Kecamatan Pangandaran harus bebas dari atribut apapun.

“Yang dicabut bukan hanya (bendera, red) milik NU saja, tetapi bendera parpol, seperti PDIP maupun bendera parpol lain juga kami amankan,” kata Irwansah saat dimintai keterangan oleh HR-Online, Senin (25/2/2019).

Lebih lanjut Irwansah menerangkan bahwa pembersihan atribut tersebut merupakan perintah dari Bupati Pangandaran sendiri. “Kita di sini hanya melaksanakan tugas dari Bupati saja,” tegasnya.

Irwansah juga menambahkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran ke depan berencana untuk membuat tiang di beberapa titik, tiang tersebut nantinya dikhusukan untuk pemasangan bendera-bendera, baik itu bendera partai maupun bendera lainnya seperti bendera NU yang dipasang menjelang acara-acara ormas islam terbesar tersebut. 

“Namun, khusus di sepanjang jalur taman dan tolgate di Kecamatan Pangandaran mesti steril dari atribut,” tegasnya. 

Sementara berdasarkan berita sebelumnya, sebanyak 80 bendera NU yang dipasang di sepanjang jalan pintu masuk tolgate Pangandaran raib. Berdasarkan rekaman CCTV Masjid Agung, Panitia Munas dan Konbes NU menemukan informasi sementara pencabut bendera tersebut adalah dua orang yang menggunakan sebuah sepeda motor.

Belakangan diketahui pencabutan tersebut dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Pangandaran bersamaan dengan pencabutan Alat Peraga Kampanye (APK) Caleg. (Ntang/R7/HR-Online)

KOMENTAR ANDA