Cara Atasi Perut Buncit pada Pria Akibat Sering Konsumsi Alkohol

Cara Atasi Perut Buncit pada Pria Akibat Sering Konsumsi Alkohol. Photo: Net/Ist.

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),- Sering konsumsi alkohol merupakan salah satu penyebab perut buncit pada pria. Kondisi itu juga dikenal sebagai beer belly yang dapat meningkatkan risiko obesitas.

Dikutip dari Men’s Health UK, Kamis (28/02/2019), ada sebanyak 26 persen pria di Ingrris mengalami berat badan berlebih. Dalam banyak kasus, penyebab perut buncit itu adalah simpanan lemak perut dan akibat sering konsumsi alkohol.

Seperti kita ketahui bahwa kelebihan lemak perut merupakan ancaman bagi kesehatan lantaran bisa menutupi bagian hati, ususu dan perut. Bahkan, mereka yang berat badannya berlebih akibat jarangnya bergerak.

Kondisi tersebut menyebabkan hormon tak stabil, serta meningkatkan risiko komplikasi metabolik maupun kerusakan pembuluh darah jantung. Untuk mengatasinya, berikut ini adalah penjelasannya;

Mengakali Faktor Biologis

Dalam teori evolusi menjelaskan, saat manusia tak perlu lagi berburu dan mengumpulkan makanan di alam, yang menyebabkan simpanan energi malah menjadi lemak. Meski demikian, kita masih bisa “mensiasati” sistem biologis tubuh seperti itu, sehingga akan sigap. Yakni, memulai hari dengan sarapan tinggi lemak, seperti alpukat, telur, atau sosis.

Dengan komposisi sarapan seperti itu akan mampu meningkatkan metabolisme tubuh, sekaligus membuat tubuh membakar lebih banyak lemak di bagian perut untuk diubah jadi energi.

Menambah serat

Penelitian mengungkap, feses yang keras dan menggumpal mengandung bakteri baik yang jumlahnya lebih sedikit. Untuk mengatasinya, konsumsi serat harian sebanyak 10 gram lantaran ini bisa meningkatkan mikrobiota tubuh, serta penurunan lemak visceral sebesar 3,7 persen.

Biasanya pemilik perut buncit punya kondisi pencernaan yang minim biodiversitas, atau jenis flora bakteri di dalam usus. Untuk mengeceknya, coba perhatikan rutinitas buang air besar.

Mengukur lingkar pinggang dan panggul

Perut yang membesar juga akan berdampak pada ukuran pinggang sampai panggul. Jadi, ukurlah kedua bagian tubuh tersebut, yakni angka lingkar pinggang dengan pinggul. Apabila nilainya 0,9 ke atas, itu berarti kamu terindikasi mengalami obesitas, yang berarti risiko terkena penyakit kardiovaskular juga menjadi lebih tinggi.

Sebagai solusi untuk mengatasinya, cobalah kamu melakukan latihan beban guna membentuk otot. Karena, massa otot bisa membantu untuk meminimalisasi bahaya lemak visceral dengan mengekstrak glukosa dari darah.

Hal tersebut bisa membantu hati dalam memproses asam lemak serta mengurangi peradangan. Namun, tidak semua lemak di tubuh berbahaya. Jika “lemak visceral” atau “lemak putih” sering diasosiasikan dengan metabolism tidak sehat, tetapi “lemak coklat” justru dapat membantu membakar kalori sekaligus membantu tubuh menghasilkan panas.

Aktivitas yang dapat mengaktifkan lemak coklat itu adalah lakukan olahraga pada suhu dingin. Cara tersebut juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh, serta membantu membakar lemak perut. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA