Jalan Seperti Kolam, Warga Ciamis Keluhkan Jalur Manganti

Jalan yang berada di wilayah Desa Sindangangin, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Foto: Muhafid/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Jalan Raya Manganti yang berada di wilayah Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, jalur Manganti yang merupakan akses utama menuju Jawa Tengah tersebut seperti kolam lantaran lubangnya yang begitu besar dan terisi oleh air hujan.

Pantauan HR Online di lapangan, sepanjang jalur Manganti mulai dari perbatasan Desa Waringinsari-Langensari hingga sekitar Pasar Cikawung Desa Cintaratu Lakbok tampak sudah mulus. Namun, jalan dari sekitar pasar Cikawung hingga Desa Sindangangin Lakbok sebagian besar rusak parah, terutama yang berada di Desa Sindangangin.

Sementara itu, jalan di lokasi tersebut diperparah adanya aktivitas muatan oleh truk yang mengangkut tanah, bahkan jalan yang berdekatan Pasar Sidaharja kerap tak terlihat karena tertutup tanah yang berceceran di jalan.

Wati, salah satu warga, mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan kondisi jalan yang menjadi akses utama warga sekitar tersebut. Bukan hanya mengganggu lalu lintas, namun juga membahayakan bagi pengguna jalan.

“Ini jalan seperti kolam kalau habis hujan. Kita tidak tahu akan sampai kapan seperti ini terus, padahal sudah sering disampaikan, termasuk demo yang dilakukan oleh para pemuda,” ujarnya, Kamis (14/02/2019).

Ia menambahkan, warga Lakbok pada umumnya mengharapkan jalur inspeksi tersebut bisa diperhatikan oleh pemerintah, baik diperbaiki jalannya ataupun dirawat agar tidak merugikan masyarakat.

Hal senada juga dikatakan Asep, warga Lakbok lainnya. Ia mengatakan bahwa jalan tersebut sudah lama rusak. Meskipun sempat diperbaiki, namun tetap saja di jalur tersebut kerap rusak parah.

“Padahal kita bayar pajak, namun pembangunan tidak pro masyarakat Lakbok yang sangat jauh dari pusat pemerintahan. Entah harus bagaimana agar pemerintah itu bisa memperhatikan warga di ujung timur Jawa Barat ini, janji terus sudah bosan, kita butuh bukti,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA