Jangan Pakai Balsem! Begini Cara Obati Cedera Saat Berolahraga

Ilustrasi. Foto: Net/Ist.

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),– Anda tentu pernah mengalami cedera ketika sedang berolahraga, bisa karena keseleo, tertarik  atau memar, semuanya menyebabkan cedera pada jaringan otot lunak. Cara obati cedera saat berolahraga bukanlah dengan dibalur balsam atau diurut. Kedua cara itu dianjurkan, karena efek balsem setelah beberapa saat akan terasa dingin di kulit, sementara jika Anda memutuskan untuk mengurutnya, bisa saja bagian tubuh yang cedera malah tambah sakit. Nah, sebelum Anda  berobat ke dokter, ada cara pengobatan awal untuk cedera saat berolahraga yang bisa dilakukan sendiri di rumah. 

Cara obati cedera saat berolahraga Anda bisa merujuk pada metode PRICE, sebuah akronim dari Protect (melindungi), Rest (istirahat), Ice (es), Compression (kompres), and Elevation (mengangkat). Hal ini penting untuk diketahui oleh masyarakat agar penanganan cedera tidak salah kaprah. Kombinasi metode PRICE ini dapat membantu menghindari pembengkakan yang terjadi setelah cedera saat berolahraga. Perlu diingat juga, semakin cepat PRICE diterapkan maka akan semakin efektif pula untuk langkah awal mengobati cedera tersebut.

Berikut HR Online bagikan cara obati cedera saat berolahraga berdasarkan metode PRICE seperti dilansir di Sport Health:

Tindakan Protect

Protect berarti melindungi cedera Anda dari kerusakan yang lebih parah. Caranya jika terasa sakit saat menahan beban, Anda bisa menggunakan penopang untuk melindungi wilayah otot yang cedera. Jika terasa sakit saat menggerakkan bagian yang cedera, maka lindungi dengan kayu bebat (splint)

Tindakan Rest 

Rest artinya pasien harus mengistirahatkan tubuh yang mengalami cedera. Beristirahatlah selama dua sampai tiga hari. Jika cedera pada bagian kaki dan Anda tetap ingin berjalan, maka sebaiknya gunakan kruk. Selain itu, setelah masa istirahat selama maksimal 3 hari tersebut, perlu juga sedikit demi sedikit membiasakan diri bergerak secara bertahaf. Dengan pergerakan secara bertahaf ini, pemulihan cedera tidak akan tertunda karena kehilangan kekuatan otot.

Tindakan Ice 

Ice berarti Anda harus kompres bagian cedera menggunakan es atau sesuatu yang dingin. Tempelkan kain dingin atau es yang telah dibungkus handuk ke bagian yang cedera selama 15 menit sampai 20 menit setiap dua hingga tiga jam. Jangan menempelkan es langsung pada kulit, bungkuslah terlebih dahulu es beku untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Lakukan langkah ini sesegera mungkin untuk mengurangi pembengkakan dan memar, juga membantu mengurangi rasa sakit di bagian cedera. 

Tindakan Compress

Compress artinya tekan tubuh yang mengalami cedera dengan menggunakan perban elastis atau perban tubular, hal ini berguna untuk mengurangi pembengkakan di sekitar tubuh yang cedera. Pastikan balutan perban pada area yang cedera jangan terlalu ketat karena dapat menimbulkan mati rasa, geli atau bahkan menambah rasa sakit. Selalu ingat untuk membuka perban tersebut, jangan sampai lupa dilepas dan terbawa tidur.

Tindakan Elevation

Pada tindakan Elevation, Anda sebisa mungkin harus mengangkat bagian yang cedera lebih tinggi di atas jantung. Misalnya, jika Anda mengalami cedera pergelangan kaki saat berolahraga, ketika Anda dalam posisi tidur angkat pergelangan kaki dan topang dengan alat, agar posisinya lebih tinggi dari jantung. Teknik yang mengacu pada prinsip bejana berhubungan ini berguna untuk mengurangi pembengkakan pada bagian tubuh yang mengalami cedera saat berolahraga.

Nah, itu cara obati cedera saat berolahraga dengan metode PRICE. Metode PRICE ini sebaiknya diterapkan selama 24 sampai dengan 72 jam setelah cedera. Hindari pemijatan atau mengurut cedera karena dapat memperparah cedera, jika seandainya cederanya akibat otot sobek, tentu sangat berbahaya jika langsung dipijat.

Jika setelah menjalani metode PRICE, maka Anda bisa mendapat pemijatan ataupun terapi lainnya seperti fisoterapi atau terapi panas. Selama menjalani metode PRICE, Anda juga bisa meminum obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas di apotek, tetapi alangkah baiknya konsumsi obat-obatan ini sesuai dengan saran dokter. (Ndu/R7/HR-Online)

KOMENTAR ANDA