Kesbangpol Ciamis Ajak Santri Pintar Bermedia Sosial

Kepala Kesbangpol Ciamis, Andang Firman saat mengisi acara Halaqah Kebangsaan di Pesantren Ar-Risalah, MInggu (24/02/2019). Foto: Fahmi HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Kesbangpol Ciamis harapkan para santri jangan mudah terprovokasi berbagai ujaran kebencian di media sosial. Hal tersebut disampaikan Kepala Kesbangpol Ciamis, Andang Firman pada acara Halaqah Kebangsaan bersama Resimen Mahasiswa (Menwa) Galuh Ciamis dan mahasiswa STIE Ar-Risalah di Aula Pesantren Ar-Risalah, Minggu (24/02/2019).

Acara yang bertajuk ‘Mengoptimalkan Nilai-Nilai Budaya Lokal Mencegah Politik Pecah Belah di Era Kekinian’ ini dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan mahasiswa, santri, peneliti, aktivis sosial dan pemuka agama.

Andang Firman mengatakan kemajuan teknologi tidak bisa dibendung terutama di bidang IT. Salah satunya adalah adanya media sosial yang memungkinkan orang untuk mendapatkan segala informasi secara instan.

Andang menambahkan, menyikapi suasana politik hari ini, di media sosial bertaburan politik adu domba untuk memenangkan hati para pemilihnya, Andang berharap para santri tidak mudah terprovokasi.

“Untuk itu kita harus bisa memilih mana yang kira-kira bagus untuk diterapkan di dalam media sosial, kita harus tunjukan kepada dunia. Indonesia bukan hanya sebagai negara demokrasi, tapi juga negara yang cinta damai, kita mempunyai modal keberanian,” tuturnya.

Untuk memilah informasi, Andang berharap adanya penguatan ideologi serta pemahaman bahwa dalam negara demokrasi itu pasti ada perbedaan pendapat. “Pasti beragam, karena itu di media sosial jangan mudah menjustifikasi, harusnya membaca dulu baru menjustifikasi untuk diri kita sendiri,” kata Andang.

Senada dengan Kesbangpol, Dadi Haryadi, pengurus Pesantren Ar-Risalah berharap halaqah kebangsaan ini bisa meningkatkan rasa cinta tanah air para santri. Sehingga para santri tidak mudah terprovokasi dengan masalah-masalah yang ada sekarang.

“Jangan sampai anak-anak, para santri itu terbawa situasi salah saat ini, dengan masalah-masalah SARA, hoaks, serta budaya menjelek-jelekkan sehingga memecah belah bangsa,” ucapnya. (Fahmi/R7/HR-Online)

KOMENTAR ANDA