KPU Banjar Mulai Lakukan Sortir dan Lipat Surat Suara Pemilu 2019

Proses penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2019 di Gudang Logistik KPU Banjar, jalan Raya Pangandaran, Lingkungan Tanjungsukur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Rabu (13/2/2019). Foto : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar mulai melakukan sortir dan pelipatan surat suara Pemilu 2019. Penyortiran dan pelipatan surat suara ini dilakukan di Gudang Logistik KPU Banjar, jalan Raya Pangandaran, Lingkungan Tanjungsukur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Rabu (13/2/2019).

Dalam penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2019, KPU melibatkan anggota dari PPK dan PPS yang berjumlah 104 orang.

“Sekarang baru mulai sortir dan pelipatan surat suara untuk DPRD Kota Banjar. Yang dilibatkan adalah anggota PPK dan PPS ditambah dari petugas KPU. Sementara target pelipatan paling lama 2 minggu,” ujar Ketua KPU Banjar, Dani Danial Muhklis kepada awak media.

Ia menambahkan, bahwa dalam pelipatan suara tidak melibatkan masyarakat, pihaknya hanya melibatkan dari anggota PPK dan PPS saja. Hal ini untuk mengantisipasi surat suara pemilu yang tertukar daerah pemilihan (dapil).

“Banyaknya surat suara dapil yang tertukar itu, karena memang masyarakat awam. Dan dari dulu dalam sortir dan pelipatan ini kita hanya oleh anggota PPK dan PPS saja,” imbuhnya.

Adapun surat suara pemilu yang diterima KPU Banjar yakni berjumlah 602.020. Surat suara tersebut terdiri dari DPRD Kota Banjar, DPRD Provinsi, DPR RI, dan DPD. Selain itu, ada juga untuk surat suara cadangan yakni sebanyak 3.000 surat suara untuk 3.170 TPS yang berada di tiga dapil.

Ia berharap, agar dalam melakukan sortir dan pelipatan suara dapat berjalan efektif dan efisien.

Sementara jika ada ditemukan surat suara yang rusak, seperti banyak bercak hitam, kotor atau robek, maka akan langsung dianulir. Selanjutnya pihaknya akan meminta penggantian surat suara baru ke KPU Provinsi.

Dani menambahkan, bahwa KPU Banjar hingga saat ini masih menunggu surat suara untuk pemilihan Presiden. Pihaknya pun masih menunggu kabar dari pihak percetakan. Selain itu, menurutnya logistik lainnya yang belum lengkap yakni sampul, formulir, buku panduan KPPS dan template untuk penyandang tuna netra.

“Paling lambat paling pada pertengahan Maret dari provinsi sudah kirim,” pungkasnya. (Hermanto/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA