Ladies, Jangan Mencukur Habis Rambut di Area Miss V, Ini Penjelasannya

Ladies, Jangan Mencukur Habis Rambut di Area Miss V, Ini Penjelasannya. Photo: Net/Ist.

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),- Bagi sebagian wanita, mencukur habis rambut di area miss V dirasa lebih nyaman dan menimbulkan rasa percaya diri. Maka tak heran banyak bermunculan salon waxing khusus untuk area intim.

Padahal sebenarnya mencukur habis rambut di area miss V/area intim tidak diperkenankan. Sebab, fungsi rambut di area tersebut begitu penting untuk menjaga organ intim.

Seperti yang dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (03/02/2019), berikut ini adalah penjelasan mengenai fungsi rambut di area intim bagi manusia;

Mencegah Infeksi

Jessica Shepherd, MD, seorang ahli bedah kandungan di Pusat Medis Universitas Baylor, Dallas, Amerika Serikat, menjelaskan, bahwa rambut kemaluan bisa membantu mencegah infeksi, seperti infeksi jamur, vaginitis, dan ISK.

Selain itu, Sherry Ross, MD, dokter yang juga penulis buku “Panduan Definitif untuk Kesehatan Intim Wanita”, mengatakan, rambut kemaluan membantu mencegah gesekan saat melakukan aktifitas intim bersama pasangan. Hal itu dapat memicu terjadinya luka lecet.

Tidak akan Menjadi Tebal

Saat tumbuh lagi setelah bercukur, rambut kemaluan tidak akan lebih tebal dari sebelumnya. Mungkin saja terlihat tebal, tapi faktanya tidak demikian.

“Saat Anda mencukur, rambut dipotong di tengah batang, yang mana di sekelilingnya menjadi lebih besar. Mungkin hal itulah yang membuat terlihat lebih tebal,” terang dr. Jessica Shepherd.

Level Higienis Tak Berbeda

Berdasarkan hasil survei yang diterbitkan jurnal JAMA Dermatology, sebanyak 60 persen dari wanita mengaku mencukur rambut kemaluan lantaran alasan higienis. Padahal, fakta medisnya justru hal itu tidak mendukungnya. Jadi, tidak ada perbedaan dalam kebersihan ketika seseorang bercukur atau tidak.

“Dengan lebih banyak rambut mungkin akan sulit menjaga daerah organ intim untuk tetap kering serta bebas dari keringat, yang bisa menyebabkan bau. Namun, ketika kamu menghilangkan rambut kemaluan, itu artinya kamu juga menghilangkan penghalang terhadap bakteri yang bisa menimbulkan infeksi dan bakteri,” jelas dr. Jessica Shepherd.

Waxing dan Mencukur Punya Risiko

Untuk menghilangkan rambut kemaluan, waxing bukanlah cara yang terbaik, justru hal tersebut bisa menimbulkan iritasi kulit di daerah sekitar kemaluan. Pasalnya, waxing dapat meningkatkan kemungkinan infeksi Staph di sekitar folikel rambut yang disebut Folikulitis.

“Biasanya hal itu menimbulkan benjolan merah, bahkan bisa berkembang menjadi abses jika tidak segera diobati dengan benar,” kata dr. Sherry Ross.

Kulit di sekitar area organ intim memang sangat sensitif dan rentan terhadap iritasi kulit. Jadi, kalau kamu lebih suka bercukur gunakan pisau baru supaya terhindar dari bakteri yang dapat menyebabkan jerawat, luka bakar, serta iritasi lainnya pada folikel rambut dan kulit. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA