Menjelang Munas NU di Banjar, Banyak Bendera NU di Pangandaran Raib

Ilustrasi. Foto: Net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 80 bendera NU yang dipasang di sepanjang jalan pintu masuk tolgate Pangandaran raib. Berdasarkan rekaman CCTV Masjid Agung, Panitia Munas dan Konbes NU menemukan informasi sementara pencabut bendera tersebut adalah dua orang yang menggunakan sebuah sepeda motor.

Dani Ramdani, Ketua MWC NU Pangandaran, mengatakan, informasi sementara yang mencabut itu oleh Satpol PP.

“Bendera yang ada di Kantor Satpol PP Pangandaran katanya bersamaan dengan pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK) caleg,” kata Dani.

Diketahui, Munas dan Konbes NU akan digelar pada Rabu 27 Februari hingga Jumat 1 Maret 2019 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar. Sementara itu, hampir di tiga wilayah Priangan Timur, yakni Ciamis, Banjar dan Pangandaran dipasangi bendera NU untuk memeriahkan acara.

Sementara ketika dikonfirmasi HR Online, Ketua PC NU Kabupaten Pangandaran Fauzan Aziz Muslim, mengatakan, dirinya sudah melakukan investigasi di lapangan dan sedang mengecek keberadaan bendera-bendera tersebut. 

“Hari sabtu sudah tidak ada. Kita sedang investigasi dan masih mendalami apa motifnya. Saya sudah meminta Mas Arif (salah satu anggota NU, red) untuk mengecek ke Panwas, barangkali tercabut saat melakukan penertiban APK,” kata fauzan Aziz Muslim.

Fauzan menambahkan, pihaknya berharap ada pengertian karena ini dalam rangka menyambut Munas dan Kombes NU dan pihaknya akan meneliti terlebih dahulu sampai semuanya jelas. 

“Kita sedang menelusuri dulu sampai jelas. Ini kan bukan bendera parpol kenapa dicabut? kita mendapat intruksi dari pusat untuk memasang bendera NU mulai dari Tasik, Ciamis, Banjar, Majenang, Purwokerto dan lainnya, juga Ketua MWC se Kabupaten Pangandaran sampai tingkat Ranting dalam rangka menyambut Munas dan Konbes NU di Banjar beberapa hari ke depan,
“ pungkasnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Irwansyah, membenarkan ada anggotanya yang menertibkan bendera NU yang di pasang di sepanjang jalan pintu masuk tol gate menuju pantai.

“Iya betul tadi pagi anggota satpol pp mencabut bendera NU yang dipasang di sepanjang tol Gate Pangandaran, termasuk yang dipasang di Taman Pesona Pangandaran dan depan Pasar Pananjung,” jelas Irwansyah saat dikonfirmasi HR Online, Minggu (24/2/2019) sore.

Irwansyah menambahkan, di lokasi tersebut memang tidak diperbolehkan memasang bendera, baliho umbul-umbul serta APK apapun.

“Di situ sudah ada plang larangannya, termasuk bendera apapun, karena wilayah steril berdasarkan Perda Nomor 42 tahun 2016 tentang Ketertiban, Keindahan, dan Keamanan (K3),” kata Irwansyah lagi.

Rencananya, kata Irwansyah, akan ada pertemuan dengan Bupati, Kasatpol PP dan Ketua NU. Selebihnya mengaku hanya melaksanakan tugas dan kerja sebagai satuan Penegak Perda. “Saya menunggu petunjuk dari Pak bupati,” pungkas Irwansyah. (Mad/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA